Skip to main content

Natal anak Toraja di Salatiga

Setelah ibadah Natal PKMST
Ada banyak entitas etnis di Kota Salatiga. Maklum, UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) sebagai universitas terbesar di kota kecil ini mendidik mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru tanah air. Lingkungan sosial budaya mahasiswa UKSW diramaikan dengan latar belakang mahasiswa yang sangat beragam.

Toraja menjadi salah satu etnis yang hadir disini. Mahasiswa, dosen hingga masyarakat etnis Toraja turut meramaikan lingkungan sosial budaya masyarakat Kota Salatiga. Saya sendiri termasuk dalam keluarga etnis Toraja di Kota Salatiga, bergabung dalam wadah bersama Persekutuan Keluarga Mahasiswa dan Siswa Toraja (PKMST).

Memasuki bulan Desember, tidak terlepas dari kemeriahan Natal yang mengingatkan kita akan kedatangan Yesus Kristus kedalam dunia fana ini.

PKMST melaksanakan ibadah Natal kemarin (Jumat, 2 Desember 2010) di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Soka. Ibadahnya sederhana, tapi dapat membangun nuansa Natal dalam persekutuan Sang Torayan (Satu Toraja). Ini adalah Natal bersma teman-teman Toraja pertama dalam bulan Desember 2010. Sangat senang rasanya mengikuti perayaan Natal ini yang kembali mengingatkan indahnya Natal bersama keluarga di rumah sendiri di Luwu sana. 

Hanya satu yang kurang, saya tidak sempat pulang ke rumah berkumpul bersama orang tua dan adik-adik. Owkay, tidak masalah, selain Desember 2010 masih ada kesempatan lain.

"Selamat hari Natal dan menjelang tahun baru 01 Januari 2011"

Tuhan Yesus memberkati.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ma' tutu nene'

Budaya orang Indonesia menekankan kepada setiap generasi agar mengetahui garis keturunannya hingga beberapa generasi ke belakang. Orang-orang tua akan menurunkan silsilah keluarga itu kepada anak-anaknya secara lisan. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kekeluargaan masyarakat Indonesia sangat erat, dan menjadi ciri tersendiri dalam tatanan masyarakat global.  Warisan budaya lokal kita sebagai masyarakat Indonesia sangatlah kaya. Ditambah dengan kearifan lokal yang terbentuk dalam pergaulan masyarakat sehari-hari semakin membuat kita bangga sebagai masyarakat Indonesia.  Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Warisan budaya menjadi hal esensial untuk tetap kita jaga. Siapapun kita, baik birokrat ataupun sebagai penghulu adat.  Saya sendiri yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Toraja sangat ditekankan untuk mengerti akan nilai-nilai budaya Toraja. Itu bukan menjadi pelajaran formal di sek...

Pentas Seni dan Budaya Indonesia di UKSW

Senin 17 Mei 2011, acara Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) dibuka di Balairung Utama (BU) UKSW. PSBI akan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2011 dan diikuti oleh 19 etnis se-Indonesia yang ada di UKSW.  UKSW memang sangat identik dengan keberagaman latar belakang budaya mahasiswanya, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap tahun acara serupa dilaksanakan di UKSW yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Di acara ini mahasiswa UKSW berkesempatan untuk menunjukkan karakteristik etnisnya seperti makanan khas, pakaian daerah, ornament/atribut, tarian, lagu daerah hingga miniature rumah adat. Lompat batu Nias Sesaat setelah acara dibuka, pertunjukan pertama dari etnis Nias dengan tarian dan lompat batunya. semua penari adalah laki-laki. Tariannya seperti tari perang, para penari membawa parang yang panjang, tombak dan perisai. Salah satu dari penari mengambil peran seperi komando pasukan yang memberi semanga...

It Is a Long Journey

What do you think about this pict?.  This evening when I played billiard with friends, we overhear a song by Peterpan with title ‘Semua Tentang Kita’ from sound system. Actually I flow with the sounding song. Peterpan is one of my favorite pop bands and I love their entire songs. The sounding song represents me inside now, where for the moment is my last time enjoying Salatiga with its properties. There are academic field, love, friends, family and its night life. It is hard to say that I’ll leave them all soon. ‘Semua Tentang Kita’ becomes one a in good miscellanea; become parts of our whole life. All about us in this small town (Salatiga) would never finish telling exactly. I’ll smile by my self while try to remember the beautiful moment. Try to remember when I introduced my self first time with peoples, go with them and finally I’ll leave them all. That is a life, there is a companionship and there must be a leaving. But I think, as long as we are alive, there is no ce...