Skip to main content

Posts

Showing posts with the label budaya

Menyantap Bubur Manado di Manado

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Kota Manado. Berangkat dari Makassar menggunakan maskapai Lion Air dan tiba di Bandara Samratulangi pada pukul 15.20 Wita. Dari Bandara Sam Ratulangi saya menyewa kendaraan roda empat menuju Kota Manado. Ada juga taxi bandara dengan tariff Rp.120.000. Karena pesawat yang saya tumpangi tiba sore hari maka untuk menghindari macet saya memilih melalui jalur ring road. Jarak Bandara ke Manado sejauh 18 Km, estimsi waktu tempuh 40 menit.   Di Manado ada banyak hal yang bisa dinikmati sebagai seorang traveler maupun sebagai penikmat kuliner. Destinasi yang paling terkenal tentu saja Bunaken, namun sayang sekali saya belum pernah ke sana. Salah satu kuliner klasik yang paling saya sukai di Manado adalah bubur manado. Bubur manado sangat gampang didapatkan di Manado, dan sepertinya semua hotel di Manado menyediakan menu tersebut.   bubur manado cui.. Bubur Manado atau biasa juga disebut Tinutuan adalah masakan yang bahan utamanya te...

Menyekolahkan Anti Korupsi

Stop Korupsi Hari ini (Jumat 03 Februari 2012) ada perkembangan baru yang dilakukan KPK dalam penanganan kasus suap wisma atlet Palembang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Abraham Samad selaku ketua KPK dalam jumpa pers di gedung KPK. Dikatakan bahwa KPK menetapkan seorang lagi tersangka baru dalam kasus wisma atlet yang menyeret M. Nazaruddin selaku mantan Bendahara Umum PD. Tersangka baru yang dimaksud adalah seorang perempuan berinisial AS. Peningkatan status seorang AS yang awalnya sebagai saksi menjadi tersangka ini merupakan hasil pengembangan dalam proses penyelidikan yang dilakukan KPK. Publik dengan gampang bisa menebak bahwa AS yang dimaksud Ketua KPK adalah Angelina Sondakh.  Peningkatan status AS menjadi tersangka sebenarnya bukan berita baru. Publik sudah lama menunggu-nunggu kejelasan penanganan kasus wisma atlet yang ditangani oleh KPK untuk membukanya secara terang benderang. Masih banyak nama pejabat yang ikut terseret dalam kasus tersebut. Di...

Barang Mahalnya Toraja

Kerbau belang seharga Rp.180.000.000 Salah satu destinasi wisata Toraja yang tak kalah menarik adalah pasar hewan di daerah Bolu, Rantepao – Toraja Utara. Masyarakat Toraja lebih mengenalnya sebagai ‘ pasa’ tedong’ (baca: ‘pasar kerbau’). Hal yang wajar jika disebut pasar kerbau karena mamalia tesebutlah yang paling banyak diperjual-belikan di sana. Hanya ada dua jenis hewan mamalia di jual di pasar hewan tersebut, jenis yang kedua adalah babi. Aktivitas di pasar kerbau tidak dilaksanakan setiap hari, hanya dilakukan sekali dalam 6 hari. Jadi, jika seseorang berkunjung ke pasar kerbau bukan pada hari pasar, maka lokasi yang dijadikan pasar kerbau tersebut tak jauh beda dari tanah kosong biasa yang dilengkapi dengan kios-kios dagang. Tanggal 22 Desember 2011, saya sengaja ikut om ke Rantepao yang akan beli perlengkapan bangunan dan beli babi untuk acara natal di Bastem. Momentum yang saya kejar adalah pasar kerbau di Rantepao, kebetulan hari itu adalah hari ‘pasa’ tedong’....

Kalau saja Ramadhan itu…

Courtessy of Google Tak salah jika sanak saudara yang nun jauh di tanah rantau akan berusaha untuk pulang kampung. Semangat pulang kampung tetap menggebu, salaupun harus bersikut-sikutan membeli tiket. Itu belum seberapa. Perjuangan masih berlanjut di dalam bis/kereta/kapal laut hingga di atas aspal. Harus rela berbagi ruang kepada sesama pengguna tempat atau pengguna jalan. Ada yang bilang Ramadhan ini adalah momentum mobilisasi manusia terakbar di kolong langit. Memang sangat terasa. Jalur-jalur mudik sesak oleh kendaraan. Terlepas dari mobilisasi manusia… Terlepas dari sikut-sikutam berebutan tempat di atas kereta… Terlepas dari hasrat berbusana yang wah… Terlepas dari hidangan opor dan ketupat… Yang tersisa adalah esensi sesungguhnya dari Ramadhan yakni saling memberi maaf… Jika saja esensi Ramadhan itu terus dimalkan oleh setiap insan… Setiap hari akan banyak senyuman…. Tidak akan ada konflik karena dia yang berbuat salah meminta maaf meng...

Bukan hanya penguasa yang boleh bohong, tukang parkir juga bisa…!

Sangat susah untuk mendapati orang jujur di negeri kita ini. Walaupun demikian saya masih optimis bahwa masih ada yang jujur, tapi pasti jumlahnya secuil. Masih ingat dengan kasus ibu Siami beberapa waktu lalu?. Beliau akhirnya diusir oleh warga tempat beliau menetap karena tindakan ibu Siami yang membeberkan perilaku contek massar di SDN Gadel II/577 Tendes tempat anaknya menuntut ilmu. Ibu siami dihujat oleh warga. Ibu Siami adalah salah satu potret orang jujur. Masih adakah yang lain?. Semoga. Apakah memang selalu ada konsekuensi ketika seseorang mencoba untuk berlaku jujur. Rasa-rasanya iya. Jujur akan mengantarkan seseorang mulai dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya bahkan sampai pada titik klimaks dibenci. Jujur akan mengantarkan seseorang terlalu lama mengumpulkan uang. Dan seterusnya. Begini-begini yang menyebabkan kurangnya jumlah manusia yang hidup dengan budaya kejujuran. Banyak yang tidak jujur, setiap tingkah laku justru menebar kebohongan. Ketidakjujuran s...

Bangunan makam yang unik dari masyarakat Toraja

Halo semuanya, ini adalah tulisan ketiga yang saya kelompokkan ke dalam tulisan tentang budaya lokal, terkhusus mengenai masyarakat Toraja yang tinggal di wilayah Sulawesi Selatan. Kali ini saya akan menulis kebiasaan masayarakat Toraja yang membangun makam bagi keluarga. Ini mungkin janggal kedengaran bagi sahabat blogger bahwa sebagian kecil/besar masyarakat Toraja membangun makan keluarga. Makam seperti ini secara umum di kenal dalam kalangan masayarakat Toraja dengan sebutan  ' patane ' atau ' patani '. Bangunan ' patane ' banyak variasinya, tapi secara umum desain dindingnya berupa bujursangkar atau persegi panjang. Bagian yang banyak divariasi adalah bagian atap. Salah satu 'patane' di daerah Kec. Bastem, Kabupaten Luwu. Courtesy of Joel Pasande 'patane' di daerah gunung Singki', Toraja Utara. Courtesy of Aswan Pasande. 'patane' di daerah gunung Singki', Toraja Utara. Courtesy of Aswan Pasande.  ...

Anda merokok adalah kehormatan bagi kami

Merokok. Courtesy of coolboys-ragil.blogspot.com Selamat berjumpa kembali. Tulisan ini adalah tulisan kedua yang khusus saya kelompokkan ke dalam tulisan tentang Bastem setelah sebelumnya saya menceritakan perihal ' Rumah Persekutuan Keluarga '. Ada banyak hal dari kampung halaman saya (Bastem) yang menurut saya cukup unik untuk dibagikan kepada para sahabat blogger dimanapun berada sekaligus dapat menambah wawasan mengenai keragaman budaya hingga kearifan lokalnya. Kali ini saya akan bercerita mengenai rokok dan siri yang dikaitkan dengan aktifitas sosial budaya masyarakat Bastem. Hal pertama yang perlu kita ketahui bersama bahwa mayoritas masyarakat yang mendiami wilayah Bastem adalah suku bangsa Toraja. Namun demikian, wilayah Bastem adalah bagian dari wilayah administrative Kabupaten Luwu yang beribukota Belopa. Hampir seluruh budaya (interaksi social) masyarakat Bastem merupakan merupakan budaya Toraja.

Santun adalah berbudaya

Terlepas dari substansi pembicaraan, seseorang yang menyampaikan opini dengan santun akan lebih didengarkan ketimbang orang yang menyampaikan dengan emosi meledak-ledak, walaupun substansi pembicaraannya berbobot. Jika ingin didengarkan, beropinilah yang santun. Sebenarnya itulah identitas kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang mewarisi kekayaan nilai-nilai budaya para leluhur. Kita bahkan cukup dikenal orang luar sebagai bangsa yang ramah, santun kepada semua orang. Seyogianya kesantunan itulah yang harus menjadi penjadi identitas pelengkap siapapun sebagai manusia Indonesia dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat.  Lingkungan masyarakat yang ramah dan menghargai satu sama lain masih gampang kita temukan di lingkungan pedesaan. Jika ingin belajar dan menyaksikan betapa indahnya sebuah keramahan dan penghargaan terhadap orang lain, saya sarankan jalan-jalanlah ke desa. Ini untuk masyarakat perkotaan pastinya, yang terbiasa hidup dalalm pengaruh global dengan ...

Pentas Seni dan Budaya Indonesia di UKSW

Senin 17 Mei 2011, acara Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) dibuka di Balairung Utama (BU) UKSW. PSBI akan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2011 dan diikuti oleh 19 etnis se-Indonesia yang ada di UKSW.  UKSW memang sangat identik dengan keberagaman latar belakang budaya mahasiswanya, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap tahun acara serupa dilaksanakan di UKSW yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Di acara ini mahasiswa UKSW berkesempatan untuk menunjukkan karakteristik etnisnya seperti makanan khas, pakaian daerah, ornament/atribut, tarian, lagu daerah hingga miniature rumah adat. Lompat batu Nias Sesaat setelah acara dibuka, pertunjukan pertama dari etnis Nias dengan tarian dan lompat batunya. semua penari adalah laki-laki. Tariannya seperti tari perang, para penari membawa parang yang panjang, tombak dan perisai. Salah satu dari penari mengambil peran seperi komando pasukan yang memberi semanga...

Luwu - Sulsel dan La Galigo (Epik Terpanjang di Dunia) [2]

Sureq Galigo Tulisan sebelumnya ada disini Manuskrip Sureq Galigo dari abad ke-19 Sureq Galigo , atau Galigo , atau disebut juga La Galigo adalah sebuah epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan (sekarang bagian dari Republik Indonesia) yang ditulis diantara abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno, ditulis dalam huruf Lontara kuno - Bugis yang arkaik, alias bahasa yang gak lazim dipakai. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima dan selain menceritakan kisah asal-usul manusia, juga berfungsi sebagai almanak praktis sehari-hari. Kisah ini diceritakan secara lisan maupun tulisan. Tak diketahui pasti siapa yang mengarang kisah ini. Menurut penelitian yang dilakukan terhadap karya La Galigo sendiri, besar kemungkinan ditulis oleh perempuan bangsawan. Kesimpulan ini didasarkan pada dua hal. Pertama, adanya kerancuan geografis di La Galigo. Tempat yang jauh, disebutkan dicapai hanya dalam waktu sebentar. Sementara tempat yang sebena...

Luwu - Sulsel dan La Galigo (Epik Terpanjang di Dunia) [1]

"Alangkah lebih baiknya kalau kita sama-sama mengerti sejarah tanah tempat kita dilahirkan..." ~ Parman Pasanje Sepintas terpikir olehku untuk merangkai kalimat di atas. Menurutku penting, jangan sampai kita sendiri buta akan tanah kelahiran kita. Saya menyadari itu, dan saya berusaha sedikit demi sedikit belajar akan sejarah Tanah Luwu tempat saya dilahirkan. Berikut beberapa deskripsi mengenai Tanah Luwu Sejarah Tanah Luwu Makam Datu Luwu (1900-1940)  Sejarah Tanah Luwu sudah berawal jauh sebelum masa pemerintahan Hindia Belanda bermula. Sebelumnya Luwu telah menjadi sebuahkerajaan yang mewilayahi Tana Toraja (Makale, Rantepao) Sulawesi Selatan, Kolaka (Sulawesi Tenggara) dan Poso (Sulawesi Tengah). Hal sejarah Luwu ini dikenal pula dengan nama Tanah Luwu yang dihubungkan dengan nama La Galigo dan Sawerigading. Kesultanan Luwu Kesultanan Luwu (juga dieja Luwuq, Wareq, Luwok, Luwu' ) adalah kerajaan Bugis tertua, pada 1889, Gubernur Hindia-Belanda di Makassar meny...

Ma' tutu nene'

Budaya orang Indonesia menekankan kepada setiap generasi agar mengetahui garis keturunannya hingga beberapa generasi ke belakang. Orang-orang tua akan menurunkan silsilah keluarga itu kepada anak-anaknya secara lisan. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kekeluargaan masyarakat Indonesia sangat erat, dan menjadi ciri tersendiri dalam tatanan masyarakat global.  Warisan budaya lokal kita sebagai masyarakat Indonesia sangatlah kaya. Ditambah dengan kearifan lokal yang terbentuk dalam pergaulan masyarakat sehari-hari semakin membuat kita bangga sebagai masyarakat Indonesia.  Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Warisan budaya menjadi hal esensial untuk tetap kita jaga. Siapapun kita, baik birokrat ataupun sebagai penghulu adat.  Saya sendiri yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Toraja sangat ditekankan untuk mengerti akan nilai-nilai budaya Toraja. Itu bukan menjadi pelajaran formal di sek...