Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Politik

Menyekolahkan Anti Korupsi

Stop Korupsi Hari ini (Jumat 03 Februari 2012) ada perkembangan baru yang dilakukan KPK dalam penanganan kasus suap wisma atlet Palembang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Abraham Samad selaku ketua KPK dalam jumpa pers di gedung KPK. Dikatakan bahwa KPK menetapkan seorang lagi tersangka baru dalam kasus wisma atlet yang menyeret M. Nazaruddin selaku mantan Bendahara Umum PD. Tersangka baru yang dimaksud adalah seorang perempuan berinisial AS. Peningkatan status seorang AS yang awalnya sebagai saksi menjadi tersangka ini merupakan hasil pengembangan dalam proses penyelidikan yang dilakukan KPK. Publik dengan gampang bisa menebak bahwa AS yang dimaksud Ketua KPK adalah Angelina Sondakh.  Peningkatan status AS menjadi tersangka sebenarnya bukan berita baru. Publik sudah lama menunggu-nunggu kejelasan penanganan kasus wisma atlet yang ditangani oleh KPK untuk membukanya secara terang benderang. Masih banyak nama pejabat yang ikut terseret dalam kasus tersebut. Di...

Dahlan Ishak sangat cocok jadi Meneg BUMN

Dahlan Iskan. Courtesy of KOMPAS.com Dua minggu terakhir ini masyarakat Indonesia menunggu-nunggu pengumuman Mentri baru dari Presiden RI. Publik sangat mengharapkan agar Reshuffle terhadap Kabinet Indonesia Bersatu II dapat meningkatkan kinerja pemerintah demi menyejahtrekan rakyat. Adanya 'rapor merah' sebagai penilaian kepada beberapa kementrian menjadi indikator dilakukannya reshuffle ini. Media-media mainstream sering kali menurunkan laporan mengenai lambannya kinerja pemerintahan, belum lagi adanya beberapa kementrian yang tersenggol kasus korupsi. Sebagai masyarakat awam, saya mengapresiasi usaha Presiden Yudhoyono untuk menata ulang formasi kabinetnya, terlepas dari banyaknya kepentingan pragmatis partai politik.  Siang ini saya kebetulan membaca headline di  KOMPAS.com , salah satunya dengan judul Ditunjuk jadi Mentri BUMN, Dahlan Ishak terisak-isak . Dahlan Ishak saat ini sebagai bos di PT. PLN. Saya sedikit mengenal beliau dari catatan-catatannya di harian Jawa ...

Terkadang kita terlalu cepat berspekulasi

Ada baiknya jika informasi aktual tersebar begitu cepat, apalagi dalam zaman digital seperti ini. Saat ini kita didukung oleh teknologi untuk saling bertukar informasi dengan kecepatan data yang tinggi. Apa yang sedang terjadi di suatu tempat dapat dengan cepat diketahui oleh masyarakat di berbagai belahan dunia, bahkan ke seluruh dunia.  Selanjutnya informasi itu mau diapakan kembali lagi kepada pihak yang menjadi 'konsumen terkhir' dari produk informasi. Banyak hal yang bisa terjadi kemudian. Misalnya, ketika informasi tersebut sampai pada konsumen terakhir baik melalui media massa maupun elektronik, sang konsumen langsung mengkonsumsi informasi kemudian memberikan umpan balik. Umpan balik yang terjadi dapat berupa tanggapan ataupun meneruskan informasi itu kepada pihak lain. Umpan balik ini adalah akibat dari respon konsumen. Dengan demikian ada respon pada pihak yang menerima informasi pada titik akhir.

Hayo.. ada apa di JLS Salatiga

Coba googling dengan keyword 'JLS Salatiga' dan lihat hasilnya. Saya coba ini sudah beberapa kali, kira-kira dari dari dua minggu lalu. Sebenarnya sudah dari minggu lalu saya ingin berbagi cerita mengenai JLS itu, tapi selalu saja tertunda. Bahkan nyaris tidak jadi tulisan. Tapi syukurlah hari ini masih bisa terwujud (dalam tulisan), Tuhan ada untuk blogger yang berjuang melawan roh malas menulis.  Bagaimana dengan hasil pencarian mesin google dengan keyword 'JLS Salatiga'?. Saat saya coba, hasil pencarian teratas adalah 'Kasus Korupsi,...'. Memang rasanya sangat tidak enak melihat hasil pencarian google itu. Seyogianya dengan adanya pembangunan infrastruktur fisik yang baru, terlebih di bidang transportasi umum paling tidak yang diberitakan adalah lancarnya mobilitas masyarakat. Itu yang menjadi landasan pikir pihak pengambil kebijakan ketika merencanakan pembangunan JLS kan?. Yang pasti adalah pembangunan yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk meningk...

Wayang kulit bicara politik

Politik. Sesungguhnya barang yang satu ini kadang membosankan dan rasanya tidak menarik untuk dibicarakan. Tapi bagaimanapun juga, kita selalu menghadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Suatu ketika masyarakat memprotes naiknya harga bahan pokok, pada saat itu masyarakat berpolitik. Atau juga ketika masyarakat menuntut hak-haknya yang belum dipenuhi oleh pemerintah, maka pada saat itulah masyarakat berpolitik. Negara kita adalah Negara demokrasi. Warga masyarakatnya memiliki kebebasan untuk berpolitik sejauh itu tidak melangkahi konstitusi dan aturan perundang-undangan. Contoh konkret terkait dengan politik misalnya pada saat pemilihan Kepala Daerah, atau presiden sekalipun. Dilaksanakanlah pemilu. Sekali lagi walaupun ini terkadang tidak menarik untuk dibahas… tapi itu kita hadapi. Berpolitik.   Sayangnya, sekarang ini terkadang banyak permainan kotor yang menodai perwujudan tatanan demokrasi yang bersih. Praktik politik kotor yang paling vulgar adalah permainan uang ( money pol...

NARSISME DPR

Ilustrasi/http://dwikisetiyawan.wordpress.com/ Wajar kalau orang mau narsis di depan publik, setidaknya tampil lebih rapi dulu baru dipotret ataupun diliput. Dengan begitu orang lain akan menilai kerapian dan kebaikan hasil jepretan. Orang kebanyakan pasti akan melihat balutan cantik dari sisi luar tapi melupakan substansi dasar dari sebuah polesan. Sayangnya kosmetik bisa saja menipu. Yang mau narsis juga banyak, termasuk politisi Senayan. Mengikuti rapat-rapat resmi terlihat rapih, berwibawa dan sopan. Itu yang berhasil diliput media. Lain cerita jika ada yang ketiduran atau main HP kemudian disorot, sudah pasti akan dihujat publik. Berarti tidak sempat narsis. Kasihan. DPR RI sebagai Lembaga Negara sekaligus sebagai pilar legislatif pada prinsipnya perlu melaksanakan agenda-agenda kelembagaan secara terhormat. Jangan kelihatan seronok, silang-sengkarut, ribut apalagi ricuh. Hal itu untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan lembaga DPR dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kalau...

Cermin Indonesia Dari Mesir

ilustrasi - sebuah lukisan/http://rhiezonx.blogdetik.com “Amerika memang bermain di mana-mana. Kali ini permainannya di Mesir mulai terkuak”. Demikian ditulis Abdillah Toha, Mantan Ketua Badan Kerja Sama DPR di Kompas 5 Juli. Pernyataan itu membantu kita untuk mencoba menelusuri poros-poros pergerakan di Mesir. Pada kenyataannya, Mesir adalah penghubung sentral Amerika bersama Israel untuk bermain di Timur Tengah, kawasan urat nadi sekaligus lubang hitam bagi bangsa Amerika. Minyak melimpah di sana juga sarang musuh bebuyutan negeri Paman Sam, Osama Bin Laden. Diungkapkan Abdillah Toha bahwa Amerika memperlihatkan muka duanya saat pergolakan Mesir memanas. Alih-alih menghargai dan mendukung keinginan masyarakat Mesir memiliki pemerintahan demokratis dan bersih tapi sesungguhnya mendikte Mesir agar tidak hilang kontak negeri Piramida tersebut. Bagaimanapun juga pada waktunya revolusi tetap dijalankan di atas misi menjungkalkan cenkeraman...

Demokrasi Indonesia Dalam Perangkap Budaya Laten Korupsi

PENDAHULUAN Istilah klasik tentang demokrasi yang telah berkembang sejak abad ke-5 SM masih menjadi perbincangan publik hingga saat ini. Demokrasi berarti pemerintahan rakyat atau lebih dikenal dengan istilah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah komunitas masyarakat dalam melaksanakan pola aktifitasnya. Berbicara mengenai demokrasi berarti berbicara pada topik yang tidak jauh dari tema kekuasaan. Kekuasaan yang dimaksudkan di sini adalah suatu manajemen pemerintahan yang mengedepankan prinsip etika yang menghargai harkat dan martabat setiap individu. Dalam sekumpulan individu yang membentuk masyarakat, terdapat hak-hak pribadi yang perlu dilindungi dan dihormati. Namun perlu dipahami bahwa hak-hak setiap individu tidaklah dapat dipaksakan untuk dilaksanakan secara keseluruhan tanpa melihat batasan-batasan yang ada. Hal ini terjadi karena pelaksanaan hak-hak tersebut dapat menjadi penghalang atau boome...

Indonesia dikeruk Koruptor

Jika tidak ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menghentikan aktifitas para koruptor di negeri ini, maka dipastikan Republik Indonesia akan semakin jauh dari harapan. Kelaparan, kemisikinan, keterbelakangan dan keterpurukan akan semakin merajalela. Bukan berarti Indonesia tidak dapat menjadi negara makmur tetapi niat para penyelenggaranya dipertanyakan dalam kerangka memakmurkan negara ini. Rakyat sudah bosan dengan retorika sana-sini. Institusi-institusi pemerintahan sudah terlanjur akut diserang penyakit korup. Bukan hanya itu, akut karena korup sampai kepada para wakil rakyat. Kami rindu melihat negeri ini yang tenteram, aman, damai dan sejahtera. Kami merindukan negeri ini mampu memberikan kenyamanan kepada rakyatnya. Akankah kemakmuran yang diamanatkan UUD 1945 hanya menjadi pelengkap pembukaannya? Sampai kapan dapat terwujud? saat ini sepertinya kita mulai dari NOL. Tangkap dan adili dulu para koruptor yang selama ini menjadi parasit terhadap negara, dan jeblo...