Skip to main content

Bulan Kuning Emas

bulan : embun-setitik.blogspot.com 
Hari Minggu ini saya ikut ibadah pukul 17:00 WIB dan sepulang ibadah, saya berjalan santai sepanjang jalan Damarjati dari arah jalan Pattimura. Arah saya adalah kembali ke kamar indekost. Ada pemandangan yang tak biasa terlihat kali ini. Tepat di arah jam 12 saya dengan jelas terlihat bulan purnama. Sebenarnya secara ilmiah dapat dengan mudah dijelaskan bahwa posisi bulan selalu berubah mengikuti putaran bumi yang juga memutari matahari. Secara kebetulan saya bertemu dengan pemandangan bulan yang indah sore menjelang malam ini. Tepat di depan saya. Oh yah... saya katakan tepat di depan saya karena memang di depan saya adalah langsung pemandangan langit. Tidak ada bangunan yang menghalangi. Sekitar 50 meter ke arah timur kamar saya adalah adalah kontur tanah miring. Di sana juga ada tangga yang cukup terjal. Jadi, jika seseorang berdiri di jalan Damarjati menghadap ke arah timur akan langsung melihat langit. Posisi itulah yang membuat pemandangan bulan sore tadi kelihatan sangat cantik. Dan catatan ini pun awalnya di tulis di bawah terang sinar bulan.

Beberapa hari lalu, saya sengaja duduk santai di tangga terjal itu. Waktu itu masih sangat pagi dan saya belum tidur semalam suntuk gara-gara nonton Liga Champion. Saya duduk di sana menikmati panorama matahari terbit. Menikmati lahirnya bola matahari yang perlahan-lahan muncul di timur langit dengan cahaya jingganya. Sangat indah. Nah, kali ini di posisi yang sama muncul bulan tersenyum indah.

Beberapa malam terakhir ini memang saya sibuk-sibuk sendiri cari pemandangan indah di langit. Sibuk-sibuk sendiri mencari bintang dan bulan. Tadi malam sewaktu pergi dan pulang nongkrong dari kobar, sengaja jalan memutar dulu hanya untuk melihat-lihat benda berpendar di langit. Kurang kerjaan! hehehehehe.. #memang. :P. Itu semua terjawab malam ini. Semakin lengkap lagi karena ternyata di langit bagian barat, awan tersibak cukup luas dan menembuskan pandangan ke cakrawala nun jauh di sana. Zenit juga demikian. Ada kumpulan bintang-bintang di langit. Saya dan seorang teman asyik menikmati pemandangan malam langit itu. Hmmmmm kamu, bintang, manis. Muncul hasrat untuk memetik bintangnya dan gantung di langit-langit kamar hehhehehehe...

Saat ini adalah awal musim kemarau. Malam-malam berikutnya, pemandangan cakrawala tidak dibatasi lagi oleh awan Cumulus Nimbus. Rasi bintang dan panorama bulan dengan cahaya kuning emasnya siap dinikmati setiap malam. Seraya berucap syukur kepada penciptanya atas karya sempurna itu (ehm.... J).

Salatiga, 17 April 2010

Comments

  1. romantis juga ya kau bro. kapan2 kita ke telomoyo

    ReplyDelete
  2. hahaha,, iya jems..

    ke telomoyo.... hmmm,, saya punya kenangann kelam di sana wkwkkwk...

    langsung diagendakan saja.. harinya maksudnya,, mumpung sekarang sudah mulai musim kemarau

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentas Seni dan Budaya Indonesia di UKSW

Senin 17 Mei 2011, acara Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) dibuka di Balairung Utama (BU) UKSW. PSBI akan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2011 dan diikuti oleh 19 etnis se-Indonesia yang ada di UKSW.  UKSW memang sangat identik dengan keberagaman latar belakang budaya mahasiswanya, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap tahun acara serupa dilaksanakan di UKSW yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Di acara ini mahasiswa UKSW berkesempatan untuk menunjukkan karakteristik etnisnya seperti makanan khas, pakaian daerah, ornament/atribut, tarian, lagu daerah hingga miniature rumah adat. Lompat batu Nias Sesaat setelah acara dibuka, pertunjukan pertama dari etnis Nias dengan tarian dan lompat batunya. semua penari adalah laki-laki. Tariannya seperti tari perang, para penari membawa parang yang panjang, tombak dan perisai. Salah satu dari penari mengambil peran seperi komando pasukan yang memberi semanga...

Barang Mahalnya Toraja

Kerbau belang seharga Rp.180.000.000 Salah satu destinasi wisata Toraja yang tak kalah menarik adalah pasar hewan di daerah Bolu, Rantepao – Toraja Utara. Masyarakat Toraja lebih mengenalnya sebagai ‘ pasa’ tedong’ (baca: ‘pasar kerbau’). Hal yang wajar jika disebut pasar kerbau karena mamalia tesebutlah yang paling banyak diperjual-belikan di sana. Hanya ada dua jenis hewan mamalia di jual di pasar hewan tersebut, jenis yang kedua adalah babi. Aktivitas di pasar kerbau tidak dilaksanakan setiap hari, hanya dilakukan sekali dalam 6 hari. Jadi, jika seseorang berkunjung ke pasar kerbau bukan pada hari pasar, maka lokasi yang dijadikan pasar kerbau tersebut tak jauh beda dari tanah kosong biasa yang dilengkapi dengan kios-kios dagang. Tanggal 22 Desember 2011, saya sengaja ikut om ke Rantepao yang akan beli perlengkapan bangunan dan beli babi untuk acara natal di Bastem. Momentum yang saya kejar adalah pasar kerbau di Rantepao, kebetulan hari itu adalah hari ‘pasa’ tedong’....

Karna Aku Tlah Denganmu

Romance. Courtesy of berita.assyams.com Sebagai penyuka lagu Ari Lasso, pasti tahu kan lagu terbarunya? Judulnya sesuai dengan judul postingan saya kali ini. Saya lumayan suka dengan lagu ini, enak didengar, liriknya simple namun mengena ditambah dengan karakter suara seorang remaja Ariel Tatum. Oyah.. lagu ini juga bertengger di urutan teratas tangga lagu Indonesia (update 23/10/2011). Sekedar info. Lagu-lagu Ari Lasso bisa menjadi alternatif untuk menikmati lagu-lagu romance. Sebenarnya banyak juga rujukan lain, apalagi kalau sampai ke luar negeri, ada banyak lagu-lagu romance dari musisi barat sana. Nah, dalam rangka menunjukkan diri sebagai pecinta karya seni anak bangsa, marilah kita mencintai karya-karya musisi tanah air. Lagu-lagu karya anak bangsa tidak kalah bagus kok :D.  Ada yang unik untuk lagu berjudul "Karna Aku Tlah Denganmu". Menurut saya, liriknya boleh dikata terlalu manja dan sangat bernuansa remaja.  Memang sangat cocok jika Ari Lasso menyanyikannya b...