Skip to main content

Bersyukur

Saya selalu mencoba untuk menysukuri apapun yang saya miliki dalam hidup. Bersyukur merupakan konsepsi yang sebenarnya tidak selalu gampang dilakukan. Apakah kita dengan lapang menysukuri kesusahan atau ketidakberuntungan yang kita lalui. Jangan munafik dengan menggampangkan semua itu, saya sendiri sebagai manusia normal akan sangat cepat menysukuri keberuntungan, kenyamanan serta kebaikan yang saya alami. Nah itulah itulah sebabnya saya katakan bahwa saya akan selalu mencoba untuk mensyukuri.

Satu tahun yang lalu, tepatnya tanggal 02 April 2011 saya sempat menulis sebuah puisi di blog ini juga. Puisi itu mengungkapkan perasaan hati saya pada tanggal tersebut berhubung saya berulang tahun yang ke-23. Tentu saja saya merasa bahagia dan kan lebih bahagia jika kehadiran saya di tengah teman-teman, di tengah-tengah komunitas memberikan dampak positif. 

Hari Senin yang lalu (tanggal 02 April 2012) saya kembali berulang tahun, tahun ini yang ke-24. Rasa-rasanya agak berat menuliskan angka itu. Hahaha.. Itulah berkat, perlu kita syukuri kepada Tuhan. Saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah berbuat banyak dalam hidup saya. Terima kasih yang sangat besar untuk kekasih saya yang sudah memberikan kado terindah dan sangat unik pada hari ulang tahun saya, dan juga terima kasih kepada Dwi yang sudah mau saya repotkan ketika mempersiapkan  seremonial kecil-kecilan di kost tempat kami tinggal. Terma kasih yang sangat besar juga kepada semua rekan yang sudah memberikan ucapan selamat, doa dan harapan kepada saya. 

Trims kawan. 

Tangerang - Banten, 04 April 2012. 

Comments

  1. yayaya...
    ini adalah ultah pertama kamu sejak kita jalan bareng..!!!
    aq cuma mau bilang h'py b'day honey....
    semoga panjang umur,,,, i love u


    your beloved

    ReplyDelete
  2. thank you so much, you're so cute.,, :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ma' tutu nene'

Budaya orang Indonesia menekankan kepada setiap generasi agar mengetahui garis keturunannya hingga beberapa generasi ke belakang. Orang-orang tua akan menurunkan silsilah keluarga itu kepada anak-anaknya secara lisan. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kekeluargaan masyarakat Indonesia sangat erat, dan menjadi ciri tersendiri dalam tatanan masyarakat global.  Warisan budaya lokal kita sebagai masyarakat Indonesia sangatlah kaya. Ditambah dengan kearifan lokal yang terbentuk dalam pergaulan masyarakat sehari-hari semakin membuat kita bangga sebagai masyarakat Indonesia.  Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Warisan budaya menjadi hal esensial untuk tetap kita jaga. Siapapun kita, baik birokrat ataupun sebagai penghulu adat.  Saya sendiri yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Toraja sangat ditekankan untuk mengerti akan nilai-nilai budaya Toraja. Itu bukan menjadi pelajaran formal di sekolah tetapi se

Bangunan makam yang unik dari masyarakat Toraja

Halo semuanya, ini adalah tulisan ketiga yang saya kelompokkan ke dalam tulisan tentang budaya lokal, terkhusus mengenai masyarakat Toraja yang tinggal di wilayah Sulawesi Selatan. Kali ini saya akan menulis kebiasaan masayarakat Toraja yang membangun makam bagi keluarga. Ini mungkin janggal kedengaran bagi sahabat blogger bahwa sebagian kecil/besar masyarakat Toraja membangun makan keluarga. Makam seperti ini secara umum di kenal dalam kalangan masayarakat Toraja dengan sebutan  ' patane ' atau ' patani '. Bangunan ' patane ' banyak variasinya, tapi secara umum desain dindingnya berupa bujursangkar atau persegi panjang. Bagian yang banyak divariasi adalah bagian atap. Salah satu 'patane' di daerah Kec. Bastem, Kabupaten Luwu. Courtesy of Joel Pasande 'patane' di daerah gunung Singki', Toraja Utara. Courtesy of Aswan Pasande. 'patane' di daerah gunung Singki', Toraja Utara. Courtesy of Aswan Pasande. 

Menyusuri jalan Trans Sulawesi dari Poso ke Palu

Perjalanan darat yang cukup lama saya lalui selama ini di pulau Sulawesi adalah jalur Makassar – Palopo atau sebaliknya yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam perjalanan. Waktu tersebut bisa menjadi sangat lama, atau bisa menjadi menyenangkan dengan sambil menikmati pemandangan selama perjalanan, tergantung bagaimana menikmati perjalanan tersebut.   Tanggal 26 Maret 2018 lalu saya berkesempatan menyusuri jalur darat yakni jalan Trans Sulawesi dari Kabupaten Poso ke Kota Palu. Kebetulan juga saya ada perjalanan dinas bersama beberapa rekan, dan atasan kami mengajak untuk melewati jalur darat. Saya menganggap jalur darat Poso-Palu ini cukup ringan, karena saya sejak kecil sudah terbiasa dengan jalur darat yang menantang, entah itu dari Palopo ke kampung saya, atau dari Palopo ke Toraja. Dalam benak saya, pengalaman jalur darat saya sudah banyak. Namun, dari informasi teman-teman di Poso jalur Trans Sulawesi dari Poso ke Palu rawan longsor, dan sering buka-tutup jalur. Pada saat Op