Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2011

Indah dalam hujan

Harmoni alam bernyanyi tak pernah sumbang kumpulan nada bersenandung lirih hei hujan,,,, engkau temanku sore ini saat semua orang berlari menghindar mencari lindung di bawah katup bernaung di dalam jas dan di bawah payung kokoh kini saya menyambut.... membiarkan diri disirami  dalam guyuran hujan aku tersenyum di atas bumi aku menjadi mutiara di bawah kolong lagit aku menjadi intan sebuah semburat, tak lekang dari hujaman satuan kubik air di sini, di sekeliling dan di bawah sana,,, tanah bersyukur,,,dan aku juga aku, saya menemukan nada indah... dalam partikel hujan Kopeng, 29 Maret 2011

Seumbar senyum di Merbabu

Sekitar Pos II Merbabu Sabtu 26 Maret 2011 pukul 19.00 WIB, pendakian dimuai. Saya termasuk dalam tim yang mendaki malam itu dengan misi menanam pohon di sekitar Pos II Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Saya senang ikut dalam tim, terlebih dengan misi penghijauannya. Gunung adalah bagian hidup saya. Rasanya ingin setiap bulan mendaki gunung, berkelana mendaki puncak-puncak alam tertinggi di pulau ini.  Malam itu saya kembali merasakan jiwa dan raga menggelora karena semangat mendaki. Sudah lama saya tidak mendaki gunung lagi semenjak pendakian gunung Sumbing tahun lalu. Tidak mendaki selama itu membuat mata serasa kering. Kering akan indahnya panorama alam, akan luasnya lautan awan putih dan akan lembutnya sapaan embun pagi. Kali ini saya bersemangat kembali, walaupun bayang-bayang hujan deras terus menghantui, terlebih jika hujan disertai badai, dijamin pendakian tidak akan sukses. Kami memulai pendakian melalui jalan kampung Cuntel, jalan setapak melalui ladang, jalan berun

Satu tugasku tuntas

Hari Jumat 18 Maret 2011, hari yang mendebarkan bagi saya, hari yang membahagiakan juga. Akhirnya saya dapat menjalani ujian pada hari itu dengan lancar. Perjuangan yang panjang, menghabiskan banyak energi untuk menyelesaikan naskah skripsi dan tiba waktunya untuk diujikan. Ujian ini adalah tahap terakhir setelah ujian proposal skripsi pada tanggal 10 Oktober 2010. Terima kasih buat seluruh rekan, sahabat, keluarga dan seluruh pihak yang telah membantu saya sepanjang proses penyusunan naskah skripsi. Semoga kita semua tetap diberkati dalam seluruh tugas dan tanggung jawab kita.  Kurre sumanga'...!!!

Angkat topi untuk novel Landorundun,,,!

Itu untuk Rama, yang telah menorehkan karya imaginernya dalam sebuah title “Landorundun”. Mengikuti alur dalam title itu membuatmu serasa berada di suatu lembah sejuk dan dipagari deretan gunung. Suatu tempat yang familiar ditelinga dengan sebutan Toraja. Membaca habis “Landorundun”  berhasil menumbuhkan cinta saya akan Toraja untuk kesekian kalinya. Membuat saya kembali menelusuri kanal-kanal memori yang telah lama tersimpan. Putih abu-abu, periode saya menggunakan seragam itu, sepenuh jiwa dan raga saya dimanjakan oleh suguhan kesempurnaan alam. Disapa udara sejuk dipagi hari, disuguhkan lukisan alam Sang Pencipta di siang hari, dan kembali melambaikan tangan pada fajar yang pergi dengan sinar jingganya di sore hari. Setiap hari akan penuh dengan senyum kekaguman pada keagungan Tuhan melalui karya ciptaannya. Akan semakin lengkap jika menyempatkan diri berdiri di Batu Tumonga dan memandang ke arah ufuk timur, menyambut kedatangan fajar. Dibatasi oleh deretan gunung,

Fuzzy

Ilustrasi/http://irmains.blogdetik.com/ Pagi buta, saat semua manusia masih menikmati ujung malam tepatnya saat waktu memasuki detik-detik pergantian dua wujud, memulai titik awal hari siang yang dijejali aktifitas. Hari ini hari Sabtu. Tak biasanya saya bangun secepat ini. Kalau akhir pekan, apalagi yang namanya hari Sabtu… saya kadang membiarkan diri saya menikmati satu monopoli dimensi. Frekuensi batin yang titik puncak parameternya menunjuk pada indikator malas. Label yang pada umumnya tidak disukai orang-orang bijak, tidak disukai orang-orang tua pada anaknya. Tapi saya menikmatinya, karena dia adalah bagian hidup juga. Rasanya tak mungkin seorang manusia waras tak pernah membiarkan diri dikuasai setan yang namanya malas. Orang bijak sekalipun, dan orang rajin sekalipun. Sama halnya saat sakit hati, benci, dendam dan semua yang berkonotasi negative menurut ukuran paradigma, menjejali jutuaan sel otak manusia, dia tidak akan pernah bisa me

Aku yang dulu dan sekarang

Dulu sekali, saya mendapati diri saya yang masih lugu di kota ini. Datang dengan tujuan belajar, lebih tepatnya berkuliah. Asalnya tak tanggung-tanggung, dari pulau seberang. Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa. Tanpa terasa sekarang sudah memasuki tanggal 11 Maret 2011. Rentang waktu itu sudah sangat lama dan seolah-olah hanya berlalu begitu saja. Tapi itu adalah siklus alam yang hanya jadi misteri. Sekarang yang menjadi penentu adalah manusianya, adakah nilai yang didapatkan dari dereretan ruang dan waktu yang menjadi siklus?. Siapapun juga pasti tidak akan bisa merubah siklus itu. Disitulah keterbatasan manusia. Waktu itu tahun 2006, tepatnya tanggal 11 Agustus, saya menginjakkan kaki di bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta. Itu adalah awal saya berkenalan dengan segala sesuatu yang ada di Kota Salatiga ini. Ruang-ruang dan waktu banyak terisi tapi hanya menyisakan memori. Yang ada adalah ruang dan waktu yang silih berganti. Memori yang tersimpan inilah yang menjad

NARSISME DPR

Ilustrasi/http://dwikisetiyawan.wordpress.com/ Wajar kalau orang mau narsis di depan publik, setidaknya tampil lebih rapi dulu baru dipotret ataupun diliput. Dengan begitu orang lain akan menilai kerapian dan kebaikan hasil jepretan. Orang kebanyakan pasti akan melihat balutan cantik dari sisi luar tapi melupakan substansi dasar dari sebuah polesan. Sayangnya kosmetik bisa saja menipu. Yang mau narsis juga banyak, termasuk politisi Senayan. Mengikuti rapat-rapat resmi terlihat rapih, berwibawa dan sopan. Itu yang berhasil diliput media. Lain cerita jika ada yang ketiduran atau main HP kemudian disorot, sudah pasti akan dihujat publik. Berarti tidak sempat narsis. Kasihan. DPR RI sebagai Lembaga Negara sekaligus sebagai pilar legislatif pada prinsipnya perlu melaksanakan agenda-agenda kelembagaan secara terhormat. Jangan kelihatan seronok, silang-sengkarut, ribut apalagi ricuh. Hal itu untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan lembaga DPR dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kalau

How i love you

Coba kamu dengarkan 'How i love You'. Liriknya seperti tertulis di bawah. Sangat menyentuh. Lagu ini dinyanyikan oleh kelompok GMB dari album Giving My Best. Liriknya seperti berikut. "HOW I LOVE YOU" Tak terbayang Hidupku tanpaMu Tak terkira KasihMu padaku Dan mulutku S'lalu menyembahMu Gunung bersorak Laut bergelora Lutut berlutut Lidah pun mengaku Dan hidupku S'lalu menyembahMu How I love You How I love You How I love You Hanya Kau Yesus -------------------- Happy enjoy... :)