Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2011

Barang Mahalnya Toraja

Kerbau belang seharga Rp.180.000.000 Salah satu destinasi wisata Toraja yang tak kalah menarik adalah pasar hewan di daerah Bolu, Rantepao – Toraja Utara. Masyarakat Toraja lebih mengenalnya sebagai ‘ pasa’ tedong’ (baca: ‘pasar kerbau’). Hal yang wajar jika disebut pasar kerbau karena mamalia tesebutlah yang paling banyak diperjual-belikan di sana. Hanya ada dua jenis hewan mamalia di jual di pasar hewan tersebut, jenis yang kedua adalah babi. Aktivitas di pasar kerbau tidak dilaksanakan setiap hari, hanya dilakukan sekali dalam 6 hari. Jadi, jika seseorang berkunjung ke pasar kerbau bukan pada hari pasar, maka lokasi yang dijadikan pasar kerbau tersebut tak jauh beda dari tanah kosong biasa yang dilengkapi dengan kios-kios dagang. Tanggal 22 Desember 2011, saya sengaja ikut om ke Rantepao yang akan beli perlengkapan bangunan dan beli babi untuk acara natal di Bastem. Momentum yang saya kejar adalah pasar kerbau di Rantepao, kebetulan hari itu adalah hari ‘pasa’ tedong’.

Saya di Makassar

Kamis 15 Desember 2011 saya tiba di Makassar. Sebelumnya saya pernah menulis, bahwa tidak ada yang special di Kota ini, satu-satunya yang special adalah karena kedatangan saya ha ha ha. LOL. Baiklah, pesawat yang saya tumpangi dengan kode penerbangan GA-072 mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 10.10 Wita. Hujan deras. Saya tertahan cukup lama di bandara karena menunggu sampai hujan reda. Saya mencoba bersabar sedikit menunggu om yang akan menjemput menggunakan sepeda motor, beliau masih terjebak hujan di jalan. Saat hujan reda, om saya datang. Karena buru-buru ketika berangkat dari rumahnya, si om lupa bawakan helm untuk saya. Nah lho. “Ini pertanda buruk”, pikirku. Ada masalah, pasti ada solusi. Salah satu solusi yang mulus adalah ngluruk ke pos penjagaan satpam parkir bandara. Coba tanya ada helm yang tak terpakai di pos itu. Ada!. Selamatlah saya. Helmnya lumayan bagus, kami keluar bandara dengan hati yang tenang menuju Maros.

Losari Van Paris

Losari. Courtesy of mbiru.com Sore tadi saya sedang berada di anjungan pantai Losari Makassar sambil menyeruput segelas cappucino panas kesukaan saya. Duduk menghadap ke barat menikmati sunset detik demi detik, melihat awan langit yang berwarna jingga. Saya ditemani seseorang. Dunia terasa sangat indah, romantis. Sama halnya ketika saya sedang berada di rerumputan sekitar menara Eiffel Paris, hal yang sama ketika di makassar, menghadap ke barat memandangi Eiffel yang lampunya mulai dinyalakan, dan dibelakangnya pemandangan  sunset . Ada juga seseorang yang menemani saya. Sayangnya itu semua hanya halusinasi saya, sebenarnya hal itu tidak terjadi di dunia nyata. Saya tidak sedang berada di Makassar, apalagi di pantai Losari yang romantis itu. Ya Tuhan, halusinasi ini sangat dramatis.  Menurut pandangan subjektif saya, halusinasi di atas masih wajar. Ini bukan pledoi, sekali lagi bukan!. Saya akan coba mengajukan justifikasi untuk mendukung pandangan saya. Begini, pikiran seor

Ibadah Sambil Update Status

'status'. courtesy of ngerumpi.com Apa sebenarnya yang ingin dicapai dalam sebuah ibadah?. Ibadah apapun itu, yang bersifat ritual. Pertanyaan ini boleh tertuju pada semua insan dari denominasi berbeda. Ibadah adalah ritual agamawi yang sejatinya berlangsung secara khusyuk, tenang, memberi spirit kepada jemaatnya dan tentunya semakin menguatkan silaturahmi antara jemaat dan Tuhan. Berarti itu bukan acara main-main. Namun, bukan juga acara yang sarat dengan ritus kaku dan mengekang. Ibadah merupakan panggilan hati yang artinya tidak ada paksaan untuk menjalaninya dan juga dilakukan sesuai dengan prinsipnya.  Saat ini, ada banyak hal yang bisa mengganggu prosesi berlangsungnya ibadah yang kudus. Saya sering memperhatikan hal ini ketika mengikuti peribadatan di gedung Gereja atau tempat lain dimana dilangsungkannya ibadah (oikumene). Khusus anak muda atau kalangan pegandrung gatged jenis smartphone. Pada saat ibadah berlangsung, gatged itu tidak lepas dari tangan. Tebak apa ya

Kepala Batu

Dua hari terakhir ini saya terserang flu ringan. Sangat tidak nyaman kalau bernafas, apalagi mau mencium. Sialan. Semoga ini hanya flu ringan dan besok sudah sembuh total. Semoga saja, kalau tidak sembuh,, yah pasrah saja sampai sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini sering sekali menyerang saya. Seorang bidan, teman saya, bilang katanya kemungkinan sistem imun saya tidak kuat. Dia menyarankan saya supaya rajin-rajin olahraga dan suruh saya minum obat ini dan itu (lupa). Tapi akhirnya obat yang disarankan itu tidak saya minum sama sekali. Gara-garanya saya malas pergi beli ke apotek.  Saya sering kali mencap orang lain sebagai 'kepala batu'. Orang lain itu adalah orang terdekat saya sendiri. Tidak akan saya bilang pada orang yang belum saya kenal. Nanti dapat tinju, masalahnya saya tidak mau ditinju gratis. Saya bilangi mereka kepala batu karena kadang apa yang saya sarankan untuk kebaikan mereka sendiri malah tidak dikerjakan. Itu bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Rasany