Skip to main content

Posts

Inspirasi Dari Atas Genteng

Dua hari yang lalu saya berkicau di twitter begini, “saya punya hobby yang baru, naik ke atas genteng”. Itu bukan asal kicauan, tapi itu serius. Akhir-akhir ini saya sering naik ke atas genteng.  Terakhir kali saya naik tadi siang karena menerima telfon dari pacar. Menerima telefon di atas genteng supaya aman dari gangguan orang lain. Sebelumnya saya mau cerita sedikit. Saat ini saya tinggal di daerah Curug, Tangerang – Banten. Sebenarnya sudah beberapa minggu saya tiba di sini (Curug), tepatnya tanggal 2 Maret 2012 yang lalu. Saya berdomisili di Tangerang dalam rangka mengikuti sebuah program pelatihan dari salah satu perusahaan swasta skala nasional tempat saya bekerja sekarang.  Saya tak bisa menghindari hal ini karena merupakan program dari management. Tangerang adalah bagian dari kawasan Jabodetabek yang tak lepas dari image kesibukan ekonominya. Terjadi interaksi social ekonomi yang sangat tinggi setap detiknya sehingga kawasan ini tak akan pernah berhenti dari k...

Menyekolahkan Anti Korupsi

Stop Korupsi Hari ini (Jumat 03 Februari 2012) ada perkembangan baru yang dilakukan KPK dalam penanganan kasus suap wisma atlet Palembang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Abraham Samad selaku ketua KPK dalam jumpa pers di gedung KPK. Dikatakan bahwa KPK menetapkan seorang lagi tersangka baru dalam kasus wisma atlet yang menyeret M. Nazaruddin selaku mantan Bendahara Umum PD. Tersangka baru yang dimaksud adalah seorang perempuan berinisial AS. Peningkatan status seorang AS yang awalnya sebagai saksi menjadi tersangka ini merupakan hasil pengembangan dalam proses penyelidikan yang dilakukan KPK. Publik dengan gampang bisa menebak bahwa AS yang dimaksud Ketua KPK adalah Angelina Sondakh.  Peningkatan status AS menjadi tersangka sebenarnya bukan berita baru. Publik sudah lama menunggu-nunggu kejelasan penanganan kasus wisma atlet yang ditangani oleh KPK untuk membukanya secara terang benderang. Masih banyak nama pejabat yang ikut terseret dalam kasus tersebut. Di...

Malam

Berdiri memandangi ruang terbuka di atas sana, sekaligus saya membiarkan kulit sensitif saya tertusuk dinginnya angin malam. Langit nampak kelabu, berwarna monoton dan terlihat tenang. Warna kelabu itu membusur dan menjadi penghubung antara saya dan hati saya. Sebuah pemandangan yang tak mengandung definisi. Kemudian datang sebuah rona indah dan bersinar di dalam jantung saya. Rona yang mampu mengalir dalam pembuluh darah saya. Dan akhirnya bibir saya melengkung menyiratkan sebuah senyuman. Selamat malam!. Malam, 23:35

Perencanaan

Ilustrasi. Courtesy of interviewpenguin.com Tanggal 01 Januari 2012, semua orang bersuka cita menyambut hari baru dalam tahun tersebut. Pada tanggal tersebut saya menyempatkan diri mengikuti ibadah syukur memasuki tahun baru di Gereja Toraja Jemaat Maindo. Sebuah gedung gereja yang terletak di Maindo, Kec. Bastem, Kab. Luwu, kampung halaman saya sendiri. Saya kebetulan berada di Bastem ketika memasuki detik-detik tahun 2012. Memasuki tahun baru, artinya ada periode baru yang akan dilalui ke depan. Kita (saya) tidak mengetahui persis apa yang akan terjadi dalam detik-detik berikut, itu mutlak. Saya jelas tidak tahu apa yang akan terjadi dalam tahun 2012. Menurut saya, tahun ini penuh dengan misteri. Banyak orang menggadang-gadang bahwa tahun ini akan terjadi badai matahari yang bisa menghancurkan isi bumi. Akan terjadi kiamat. Saya sendiri tidak percaya hal itu. Tapi yang jelas, ada kekhawatiran-kekhawatiran saya tahun baru 2012 ini. Saya tidak paham mengapa terjadi hal demi...

Barang Mahalnya Toraja

Kerbau belang seharga Rp.180.000.000 Salah satu destinasi wisata Toraja yang tak kalah menarik adalah pasar hewan di daerah Bolu, Rantepao – Toraja Utara. Masyarakat Toraja lebih mengenalnya sebagai ‘ pasa’ tedong’ (baca: ‘pasar kerbau’). Hal yang wajar jika disebut pasar kerbau karena mamalia tesebutlah yang paling banyak diperjual-belikan di sana. Hanya ada dua jenis hewan mamalia di jual di pasar hewan tersebut, jenis yang kedua adalah babi. Aktivitas di pasar kerbau tidak dilaksanakan setiap hari, hanya dilakukan sekali dalam 6 hari. Jadi, jika seseorang berkunjung ke pasar kerbau bukan pada hari pasar, maka lokasi yang dijadikan pasar kerbau tersebut tak jauh beda dari tanah kosong biasa yang dilengkapi dengan kios-kios dagang. Tanggal 22 Desember 2011, saya sengaja ikut om ke Rantepao yang akan beli perlengkapan bangunan dan beli babi untuk acara natal di Bastem. Momentum yang saya kejar adalah pasar kerbau di Rantepao, kebetulan hari itu adalah hari ‘pasa’ tedong’....

Saya di Makassar

Kamis 15 Desember 2011 saya tiba di Makassar. Sebelumnya saya pernah menulis, bahwa tidak ada yang special di Kota ini, satu-satunya yang special adalah karena kedatangan saya ha ha ha. LOL. Baiklah, pesawat yang saya tumpangi dengan kode penerbangan GA-072 mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 10.10 Wita. Hujan deras. Saya tertahan cukup lama di bandara karena menunggu sampai hujan reda. Saya mencoba bersabar sedikit menunggu om yang akan menjemput menggunakan sepeda motor, beliau masih terjebak hujan di jalan. Saat hujan reda, om saya datang. Karena buru-buru ketika berangkat dari rumahnya, si om lupa bawakan helm untuk saya. Nah lho. “Ini pertanda buruk”, pikirku. Ada masalah, pasti ada solusi. Salah satu solusi yang mulus adalah ngluruk ke pos penjagaan satpam parkir bandara. Coba tanya ada helm yang tak terpakai di pos itu. Ada!. Selamatlah saya. Helmnya lumayan bagus, kami keluar bandara dengan hati yang tenang menuju Maros.

Losari Van Paris

Losari. Courtesy of mbiru.com Sore tadi saya sedang berada di anjungan pantai Losari Makassar sambil menyeruput segelas cappucino panas kesukaan saya. Duduk menghadap ke barat menikmati sunset detik demi detik, melihat awan langit yang berwarna jingga. Saya ditemani seseorang. Dunia terasa sangat indah, romantis. Sama halnya ketika saya sedang berada di rerumputan sekitar menara Eiffel Paris, hal yang sama ketika di makassar, menghadap ke barat memandangi Eiffel yang lampunya mulai dinyalakan, dan dibelakangnya pemandangan  sunset . Ada juga seseorang yang menemani saya. Sayangnya itu semua hanya halusinasi saya, sebenarnya hal itu tidak terjadi di dunia nyata. Saya tidak sedang berada di Makassar, apalagi di pantai Losari yang romantis itu. Ya Tuhan, halusinasi ini sangat dramatis.  Menurut pandangan subjektif saya, halusinasi di atas masih wajar. Ini bukan pledoi, sekali lagi bukan!. Saya akan coba mengajukan justifikasi untuk mendukung pandangan sa...