Skip to main content

Perencanaan

Ilustrasi. Courtesy of interviewpenguin.com
Tanggal 01 Januari 2012, semua orang bersuka cita menyambut hari baru dalam tahun tersebut. Pada tanggal tersebut saya menyempatkan diri mengikuti ibadah syukur memasuki tahun baru di Gereja Toraja Jemaat Maindo. Sebuah gedung gereja yang terletak di Maindo, Kec. Bastem, Kab. Luwu, kampung halaman saya sendiri. Saya kebetulan berada di Bastem ketika memasuki detik-detik tahun 2012.

Memasuki tahun baru, artinya ada periode baru yang akan dilalui ke depan. Kita (saya) tidak mengetahui persis apa yang akan terjadi dalam detik-detik berikut, itu mutlak. Saya jelas tidak tahu apa yang akan terjadi dalam tahun 2012. Menurut saya, tahun ini penuh dengan misteri. Banyak orang menggadang-gadang bahwa tahun ini akan terjadi badai matahari yang bisa menghancurkan isi bumi. Akan terjadi kiamat. Saya sendiri tidak percaya hal itu. Tapi yang jelas, ada kekhawatiran-kekhawatiran saya tahun baru 2012 ini. Saya tidak paham mengapa terjadi hal demikian. Yang menjadi referensi saya satu-satunya adalah karna saya adalah manusia yang tidak sempurna.

Ada satu pelajaran penting yang saya dapatkan ketika mengikuti ibadah tahun baru di Jemaat Maindo. Kebetulan sekali saat itu saya sangat konsern memperhatikan isi khotbah pendeta di atas mimbar yang dipimpin oleh Pdt. Misel Sanda Luden S.Th. Ibadah yang lain?, tahu sendiri sajalah, pikiran melayang-layang seperti laying-layang. Dikatakan bahwa pada saat sesorang membuat sebuah perencanaan, merumuskan hal-hal detil yang akan dikerjakan kemudian semestinya mengatakan, “Jika Tuhan menghendakinya, saya akan melakukan ini dan itu.” Perikop yang menjadi perenungan di ambil dari kitab Yakobus 4: 13-17 berjudul “Jangan Melupakan Tuhan Dalam Perencanaan. Isi komplitnya seperti ini; “Jadi sekarang, hai kamu yang barkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.


Pada kesempatan lain, hal lumrah yang sering dikatakan berkaitan dengan perikop di atas seperti; insya Allah (bahasa Arab), semoga Tuhan berkenan (bahasa Indonesia), ke napoelo’ Puang (bahasa Toraja). Ungkapan-ungkapan tersebut bukan hanya sekedar kata-kata tapi berisi pengakuan akan Kuasa Tuhan yang besar (credo).

Kontras jika seseroang mengatakan hal lain seperti; mau tidak mau saya akan melakukan ini dan itu, terserah Tuhan menghendaki atau tidak saya tetap akan melakukan ini dan itu, dan kata-kata lain yang berkonotasi. Kata-kata tersebut menunjukkan seserang itu angkuh dan menyangsikan kuasa besar yang dimiliki Tuhan. Saya sendiri bukan orang perfeksionis, saya kadang menyangsikan kuasa Tuhan itu he he he.

Perikop di atas menjadi pegangan bari setiap orang jika akan membuat sebuah perencanaan, tak terkecuali perencanaan sepanjang tahun 2012 nanti. Sebuah pengingat spiritual yang memberikan pengharapan. Supaya kita (saya) tidak limbung jika akan melalui waktu-waktu selanjutnya. Sesekali kita idealis dalam konteks spiritual, eh… maksudnya bukan sesekali... lebih baik sepanjang waktu. 

Comments

Popular posts from this blog

Pentas Seni dan Budaya Indonesia di UKSW

Senin 17 Mei 2011, acara Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) dibuka di Balairung Utama (BU) UKSW. PSBI akan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2011 dan diikuti oleh 19 etnis se-Indonesia yang ada di UKSW.  UKSW memang sangat identik dengan keberagaman latar belakang budaya mahasiswanya, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap tahun acara serupa dilaksanakan di UKSW yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Di acara ini mahasiswa UKSW berkesempatan untuk menunjukkan karakteristik etnisnya seperti makanan khas, pakaian daerah, ornament/atribut, tarian, lagu daerah hingga miniature rumah adat. Lompat batu Nias Sesaat setelah acara dibuka, pertunjukan pertama dari etnis Nias dengan tarian dan lompat batunya. semua penari adalah laki-laki. Tariannya seperti tari perang, para penari membawa parang yang panjang, tombak dan perisai. Salah satu dari penari mengambil peran seperi komando pasukan yang memberi semanga...

Barang Mahalnya Toraja

Kerbau belang seharga Rp.180.000.000 Salah satu destinasi wisata Toraja yang tak kalah menarik adalah pasar hewan di daerah Bolu, Rantepao – Toraja Utara. Masyarakat Toraja lebih mengenalnya sebagai ‘ pasa’ tedong’ (baca: ‘pasar kerbau’). Hal yang wajar jika disebut pasar kerbau karena mamalia tesebutlah yang paling banyak diperjual-belikan di sana. Hanya ada dua jenis hewan mamalia di jual di pasar hewan tersebut, jenis yang kedua adalah babi. Aktivitas di pasar kerbau tidak dilaksanakan setiap hari, hanya dilakukan sekali dalam 6 hari. Jadi, jika seseorang berkunjung ke pasar kerbau bukan pada hari pasar, maka lokasi yang dijadikan pasar kerbau tersebut tak jauh beda dari tanah kosong biasa yang dilengkapi dengan kios-kios dagang. Tanggal 22 Desember 2011, saya sengaja ikut om ke Rantepao yang akan beli perlengkapan bangunan dan beli babi untuk acara natal di Bastem. Momentum yang saya kejar adalah pasar kerbau di Rantepao, kebetulan hari itu adalah hari ‘pasa’ tedong’....

Karna Aku Tlah Denganmu

Romance. Courtesy of berita.assyams.com Sebagai penyuka lagu Ari Lasso, pasti tahu kan lagu terbarunya? Judulnya sesuai dengan judul postingan saya kali ini. Saya lumayan suka dengan lagu ini, enak didengar, liriknya simple namun mengena ditambah dengan karakter suara seorang remaja Ariel Tatum. Oyah.. lagu ini juga bertengger di urutan teratas tangga lagu Indonesia (update 23/10/2011). Sekedar info. Lagu-lagu Ari Lasso bisa menjadi alternatif untuk menikmati lagu-lagu romance. Sebenarnya banyak juga rujukan lain, apalagi kalau sampai ke luar negeri, ada banyak lagu-lagu romance dari musisi barat sana. Nah, dalam rangka menunjukkan diri sebagai pecinta karya seni anak bangsa, marilah kita mencintai karya-karya musisi tanah air. Lagu-lagu karya anak bangsa tidak kalah bagus kok :D.  Ada yang unik untuk lagu berjudul "Karna Aku Tlah Denganmu". Menurut saya, liriknya boleh dikata terlalu manja dan sangat bernuansa remaja.  Memang sangat cocok jika Ari Lasso menyanyikannya b...