Skip to main content

Posts

Menyusuri Benteng Otanaha di Gorontalo

Masih dalam lingkup Kota Gorontalo, ada sebuah benteng yang terletak di atas bukit Dembe Satu, Desa Dembe Satu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Berjarak 8 Km dari pusat Kota Gorontalo, estimasi perjalan 25 menit menggunakan kendaraan roda empat, diakses melalui Jl. Raya Eyato. Jalan raya ke arah benteng sudah bagus dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua dengan mulus.   Kami mengakses lokasi benteng dari arah pantai Biluhu melalui Jl. Raja Panimpi. Jalur yang kami lalui cukup menantang dengan menggunakan sepeda motor. Dimulai dari desa Biluhu Timur, naik menyusuri pegunungan, melewati puncak dan turun mendapati jl. Raya Eyato lalu berbelok ke arah kanan menyusuri Jl. Raya Eyato. Dari Jl. Raya Eyato sudah terlihat di atas perbukitan bangunan benteng Otanaha. Kami menghabiskan waktu perjalan sekitar 1 jam menggunakan sepeda motor dari pantai Biluhu hinga tiba di lokasi Benteng Otanaha. Untuk masuk ke lokasi benteng dikutip tarif Rp.5.000/orang. Siapkan juga uang pa...

Menikmati Keindahan Pantai Biluhu di Gorontalo

  Lokasi wisata alam di gotontalo ada cukup banyak dan beragam. Salah satu yang menjadi tujuan saya kali ini adalah Pantai Biluhu yang terletak di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Letaknya kurang lebih 24 Km dari Kota Gorontalo.   Untuk sampai ke Kota Gorontalo, saat ini sudah banyak pilihan rute dari beberapa kota, bahkan dari Jakarta sudah ada penerbangan langsung ke Bandara Jalaluddin Gorontalo. Dari bandara ke arah Kota Gorontalo ada banyak pilihan alat transportasi yang bisa digunakan, seperti Bis Bandara dengan tarif Rp.35.000/kepala, taxi dengan tarif Rp.120.000/orang atau agar murah bisa dengan tarif Rp.70.000/orang dengan 3 atau 4 orang penumpang dalam 1 mobil, jadi harus menunggu teman sharing dulu. Jarak bandara ke Kota Gorontalo sekitar 31Km dan estimasia perjalanan dengan roda 4 selama 1 jam.   Saya menginap di Hotel Amaris Gorontalo, jaraknya ke Pantai Biluhu sekitar 24 Km, waktu tempuh dengan m...

Menyantap Bubur Manado di Manado

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Kota Manado. Berangkat dari Makassar menggunakan maskapai Lion Air dan tiba di Bandara Samratulangi pada pukul 15.20 Wita. Dari Bandara Sam Ratulangi saya menyewa kendaraan roda empat menuju Kota Manado. Ada juga taxi bandara dengan tariff Rp.120.000. Karena pesawat yang saya tumpangi tiba sore hari maka untuk menghindari macet saya memilih melalui jalur ring road. Jarak Bandara ke Manado sejauh 18 Km, estimsi waktu tempuh 40 menit.   Di Manado ada banyak hal yang bisa dinikmati sebagai seorang traveler maupun sebagai penikmat kuliner. Destinasi yang paling terkenal tentu saja Bunaken, namun sayang sekali saya belum pernah ke sana. Salah satu kuliner klasik yang paling saya sukai di Manado adalah bubur manado. Bubur manado sangat gampang didapatkan di Manado, dan sepertinya semua hotel di Manado menyediakan menu tersebut.   bubur manado cui.. Bubur Manado atau biasa juga disebut Tinutuan adalah masakan yang bahan utamanya te...

Ke Gong perdamaian Nusantara di Palu

Di Palu ada sebuah bangunan mencolok dibangun di atas bukit, tepatnya di perbukitan Jabal Nur daerah Tondo, masih dekat dari Kota Palu. Itulah bangunan Tugu Perdamainan Sosarara-Nosabututu. Nosarara-Nosabututu merupakan Bahasa Kaili (Bahasa daerah asli Kota Palu) yang berarti bersaudara dan bersatu. Tugu yang didominasi warna putih ini terlihat mencolok dari jauh. Disamping bangunan tugu perdamainan, ada juga bangunan Gong Perdamainan Nusantara. total areal yang ditempati bagunan tugu dan gong yakni sekitar 800m persegi.   Jarak dari Kota palu ke bukit tempat gong tersebut sekitar 12 Km, jalurnya bisa dilalui semua kendaraan bermotor. Gong Perdamainan Nusantara di Palu ini didesain dengan pendekatan pariwisata. Di areal tersebut ada gazebo dan juga suguhan music bagi pengunjung. Untuk memasuki areal tugu dan gong, pengunjung dikutip sebesar Rp.8.000 per orang. Tak perlu khawatir bagi pemilik kendaraan Motor dan Mobil, karena telah disediakan ar...

Menyusuri jalan Trans Sulawesi dari Poso ke Palu

Perjalanan darat yang cukup lama saya lalui selama ini di pulau Sulawesi adalah jalur Makassar – Palopo atau sebaliknya yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam perjalanan. Waktu tersebut bisa menjadi sangat lama, atau bisa menjadi menyenangkan dengan sambil menikmati pemandangan selama perjalanan, tergantung bagaimana menikmati perjalanan tersebut.   Tanggal 26 Maret 2018 lalu saya berkesempatan menyusuri jalur darat yakni jalan Trans Sulawesi dari Kabupaten Poso ke Kota Palu. Kebetulan juga saya ada perjalanan dinas bersama beberapa rekan, dan atasan kami mengajak untuk melewati jalur darat. Saya menganggap jalur darat Poso-Palu ini cukup ringan, karena saya sejak kecil sudah terbiasa dengan jalur darat yang menantang, entah itu dari Palopo ke kampung saya, atau dari Palopo ke Toraja. Dalam benak saya, pengalaman jalur darat saya sudah banyak. Namun, dari informasi teman-teman di Poso jalur Trans Sulawesi dari Poso ke Palu rawan longsor, dan sering buka-tutup jalur...

Ambon Speedtest

Setelah sekian lama saya tidak terkoneksi dengan internet melui komputer, akhirnya saat ini bisa juga merasakannya. Berbekal sebuah modem SpeedUp dengan bundling Telkomsel, dunia maya bisa dirambah dari Kota Ambon.  Kenapa saya pilih modem karena di kota Ambon sangat susah memanfaatkan hot spot. Ruang publik yang didukung hot spot sangat jarang, hanya ada di beberapa kedai kopi. Seperti yang kadang saya memanfaatkannya di kedai kopi Shibu-Shibu. Tapi speednya sangat lamban, jangan harap bisa membuka email dengan leluasa, membuka satu buah tab di browser saja beratnya minta ampun. Download speed hanya berkisar di angka 20-30 kbps.  Kalau dengan modem SpeedUp, speed lumayan mendukung. Berikut screenshot saat saya melakukan speed test. Speed test dilakukan di kamar sekitar pukul 23.00 waktu Ambon. Download speed 0.07 Mb/s & Upload speed 0.28 Mb/s. Sangat menyakitkan kalau mau dibandingkan dengan speed yang tertera di pack modem. Up to 21 Mbps. Tapi kalau di Indonesia...

Ambon dan Pesona Pulau Osi

Kota Ambon adalah kota yang menyuguhkan begitu banyak pesona alam. Indahnya panorama alam tersebut mulai tersaji ketika seseroang terama kali memasuki Kota Ambon. Ada jalur laut serta udara yang biasa digunakan untuk memasuki kota Ambon. Saya kebetulan baru kali ini, baru pertama kali menginjakkan kaki di “negeri para Raja” ini. Seperti tulisan saya sebelumnya, keindahan alam pertama kali tersaji ketika pesawat yang ditumpangi bersiap-siap mendarat di Bandara Pattimura. Di luar sana akan terlihat birunya air laut serta rimbunnya pepohonan di daratan. Terlihat jika alamnya belum banyak dijamah manusia. Sungguh indah. Berbeda ketika saya pertama kali ke Kota Palangkaraya, ketika pesawat yang saya tumpangi sebentar lagi mendarat, di bawah sana terlihat titik-titik gundul bekas penebangan pepohonan. Sangat tidak menyejukkan hati. Kembali ke Ambon. Tepatnya pulau Ambon adalah salah satu pulau terpenting dalam jajaran kepulauan Provinsi Maluku. Ibu kota provinsi berada di pulau Ambon. B...