Skip to main content

Ke Gong perdamaian Nusantara di Palu

Di Palu ada sebuah bangunan mencolok dibangun di atas bukit, tepatnya di perbukitan Jabal Nur daerah Tondo, masih dekat dari Kota Palu. Itulah bangunan Tugu Perdamainan Sosarara-Nosabututu. Nosarara-Nosabututu merupakan Bahasa Kaili (Bahasa daerah asli Kota Palu) yang berarti bersaudara dan bersatu. Tugu yang didominasi warna putih ini terlihat mencolok dari jauh. Disamping bangunan tugu perdamainan, ada juga bangunan Gong Perdamainan Nusantara. total areal yang ditempati bagunan tugu dan gong yakni sekitar 800m persegi.
 
Jarak dari Kota palu ke bukit tempat gong tersebut sekitar 12 Km, jalurnya bisa dilalui semua kendaraan bermotor. Gong Perdamainan Nusantara di Palu ini didesain dengan pendekatan pariwisata. Di areal tersebut ada gazebo dan juga suguhan music bagi pengunjung. Untuk memasuki areal tugu dan gong, pengunjung dikutip sebesar Rp.8.000 per orang. Tak perlu khawatir bagi pemilik kendaraan Motor dan Mobil, karena telah disediakan area parkiran.
 
Dari atas bagunan tugu akan terlihat hamparan Kota Palu yang dibatasi oleh Teluk Palu dan pegunungan disisi Selatan dan Barat. Ada banyak spot yang apik untuk berfoto di sana dengan latar hamparan Kota Palu serta teluk palu.
 

Comments

Popular posts from this blog

Barang Mahalnya Toraja

Kerbau belang seharga Rp.180.000.000 Salah satu destinasi wisata Toraja yang tak kalah menarik adalah pasar hewan di daerah Bolu, Rantepao – Toraja Utara. Masyarakat Toraja lebih mengenalnya sebagai ‘ pasa’ tedong’ (baca: ‘pasar kerbau’). Hal yang wajar jika disebut pasar kerbau karena mamalia tesebutlah yang paling banyak diperjual-belikan di sana. Hanya ada dua jenis hewan mamalia di jual di pasar hewan tersebut, jenis yang kedua adalah babi. Aktivitas di pasar kerbau tidak dilaksanakan setiap hari, hanya dilakukan sekali dalam 6 hari. Jadi, jika seseorang berkunjung ke pasar kerbau bukan pada hari pasar, maka lokasi yang dijadikan pasar kerbau tersebut tak jauh beda dari tanah kosong biasa yang dilengkapi dengan kios-kios dagang. Tanggal 22 Desember 2011, saya sengaja ikut om ke Rantepao yang akan beli perlengkapan bangunan dan beli babi untuk acara natal di Bastem. Momentum yang saya kejar adalah pasar kerbau di Rantepao, kebetulan hari itu adalah hari ‘pasa’ tedong’....

Pentas Seni dan Budaya Indonesia di UKSW

Senin 17 Mei 2011, acara Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) dibuka di Balairung Utama (BU) UKSW. PSBI akan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2011 dan diikuti oleh 19 etnis se-Indonesia yang ada di UKSW.  UKSW memang sangat identik dengan keberagaman latar belakang budaya mahasiswanya, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap tahun acara serupa dilaksanakan di UKSW yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Di acara ini mahasiswa UKSW berkesempatan untuk menunjukkan karakteristik etnisnya seperti makanan khas, pakaian daerah, ornament/atribut, tarian, lagu daerah hingga miniature rumah adat. Lompat batu Nias Sesaat setelah acara dibuka, pertunjukan pertama dari etnis Nias dengan tarian dan lompat batunya. semua penari adalah laki-laki. Tariannya seperti tari perang, para penari membawa parang yang panjang, tombak dan perisai. Salah satu dari penari mengambil peran seperi komando pasukan yang memberi semanga...

Ma' tutu nene'

Budaya orang Indonesia menekankan kepada setiap generasi agar mengetahui garis keturunannya hingga beberapa generasi ke belakang. Orang-orang tua akan menurunkan silsilah keluarga itu kepada anak-anaknya secara lisan. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kekeluargaan masyarakat Indonesia sangat erat, dan menjadi ciri tersendiri dalam tatanan masyarakat global.  Warisan budaya lokal kita sebagai masyarakat Indonesia sangatlah kaya. Ditambah dengan kearifan lokal yang terbentuk dalam pergaulan masyarakat sehari-hari semakin membuat kita bangga sebagai masyarakat Indonesia.  Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Warisan budaya menjadi hal esensial untuk tetap kita jaga. Siapapun kita, baik birokrat ataupun sebagai penghulu adat.  Saya sendiri yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Toraja sangat ditekankan untuk mengerti akan nilai-nilai budaya Toraja. Itu bukan menjadi pelajaran formal di sek...