Skip to main content

Posts

Wakil rakyat perlu merakyat

Anggota Dewan Di belahan dunia manapun juga, pasti rakyat dari suatu Negara berharap akan diperhatikan oleh wakilnya yang duduk di kursi parlemen. Ini adalah harapan dari hati nurani rakyat kecil terlebih ketika rakyat sedang dilanda berbagai persoalan hidup. Hal yang sederhana tetapi kadang ini hanya sebatas harapan. Di Indonesia pun demikian, terlebih lagi wakil rakyat di negeri ini telah dipilih secara langsung untuk mengemban tugas dan amanat memperjuangkan aspirasi masyarakat di parlemen. Pada saat rakyat kesusahan, dalam benak kecil mereka akan terbersit pertanyaan : “dimakakah wakil rakyat yang dipilih kemarin itu?”. Ini wajar karena pada saat kampanye (Pileg) para Caleg meyakinkan konstituennya dengan berbagai janji dan komitmen. Pada saat terpilih, kini waktunya untuk menunjukkan komitmen sebagai wakil rakyat. Paling tidak itulah yang diinginkan oleh konstituen. Kita melihat berbagai masalah telah melanda masyarakat Indonesia saat ini. Gempa bumi, Tsunami, banjir bandang...

Ma' tutu nene'

Budaya orang Indonesia menekankan kepada setiap generasi agar mengetahui garis keturunannya hingga beberapa generasi ke belakang. Orang-orang tua akan menurunkan silsilah keluarga itu kepada anak-anaknya secara lisan. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kekeluargaan masyarakat Indonesia sangat erat, dan menjadi ciri tersendiri dalam tatanan masyarakat global.  Warisan budaya lokal kita sebagai masyarakat Indonesia sangatlah kaya. Ditambah dengan kearifan lokal yang terbentuk dalam pergaulan masyarakat sehari-hari semakin membuat kita bangga sebagai masyarakat Indonesia.  Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Warisan budaya menjadi hal esensial untuk tetap kita jaga. Siapapun kita, baik birokrat ataupun sebagai penghulu adat.  Saya sendiri yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Toraja sangat ditekankan untuk mengerti akan nilai-nilai budaya Toraja. Itu bukan menjadi pelajaran formal di sek...

Karena Merapi, saya batalkan rencana seminar

UNY Yogyakarta akan melaksanakan Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika pada tanggal 27 November 2010. Sebuah makalah sederhana sudah saya siapkan untuk menjadi salah satu penyaji makalah pada seminar ini. Tapi karena pertimbangan bahaya erupsi Merapi, maka saya putuskan untuk membatalkan keikutsertaan dalam seminar. Teman lain pun demikian. Dosen-dosen juga, mereka masih kwahatir akan bahaya erupsi Merapi. Seminar nasioal menjadi salah satu media bagi para peneliti tanah air untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan. Yang diangkat dalam seminar tersebut merupakah hasil-hasil penelitian dari dari para pakar. Mereka yang terlibat langsung didalamnya bukan hanya dari kelompok pakar, ada juga dari praktisi, pemerhati, pendidik dan pastinya mahasiswa. Saya sendiri mengikuti seminar ini mewakili pihak mahasiswa. Akhirnya berani member label ‘mahasiswa’ pada diri sendiri hehehehhehe…… ;). Biasanya juga sungkan. Apalagi kalau ada titel di belakang, tambah sungkanlan nantinya....

Debu vulkanik Merapi di bawah mikroskop dan bahayanya

Gunung Merapi yang terus-menerus menyemburkan debu vulkanik semenjak erupsi 26 Oktober 2010 lalu terus membahayakan masyarakat sekitar. Abu yang menyebar meluas di berbagai daerah membahayakan saluran pernapasan.  Saat meletus, gunung berapi memang umumnya menyemburkan uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCl), asam fluorida (HF), dan abu vulkanik ke atmosfer. Abu vulkanik mengandung silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluoride. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah, tapi dalam konsentrasi yang lebih rendah. Inilah hasil perbesaran debu vulkanik dilihat melalui mikroskop semakin diperbesar

Terima kasih @jalinmerapi

@jalinmerapi merupakan salah satu akun dari antara jutaan pengguna situs mikroblogging Twitter. Dikelola oleh administrator Jaringan Informasi Lingkar Merapi (JALIN MERAPI), dibangun sejak tahun 2006 untuk menyediakan informasi aktual dari seputar Gunung Merapi dan tahun 2010 ini dikembangkan untuk mendukung tanggap darurat (Disadur dari laman Jalin Merapi). Sebagai masyarakat umum yang berdomisili di luar provinsi DIY akan sangat membutuhkan informasi seputar erupsi Merapi yang aktual, langsung dari sumber kejadian. Untuk memenuhi hal itu, JALIN MERAPI memberikan solusi. Saya sendiri terus memantau informasi perkembangan kondisi pengungsi Merapi yang terus disediakan oleh JALIN MERAPI langsung di situs jejaring sosial Twitter melalui akun @jaringmerapi. Setiap "kicauan" @jalinmerapi menginformasikan hal-hal aktual, terkhusus koordinasi para relawan di lapangan. Semenjak saya menjadi pengikut @jalinmerapi di twitter, jendela twitter saya dipenuhi "kicauan" dari @...

Salatiga diguyur abu vulkanik Merapi

Sepanjang hari Sabtu 06 November 2010, kota Mungil Salatiga dihujani abu vulkanik yang berasal dari Merapi. Hujan abu mulai terasa hari sebelumnya disertai aroma sulfur, tapi untuk hari ini hujan abu lebih tebal. Hujan abu sangat terasa, jika berjalan keluar rumah tanpa masker. Sangat terasa menyesakkan rongga pernapasan.  Tadi siang pukul 10.30 WIB saya sempat melalui Jalan Kemiri II ke arah Cemara mengendarai sepeda motor. Rumah-rumah penduduk terlihat mulai diputihkan oleh abu vulkanik. Mobil-mobil yang terparkir di pinggir jalan terlihat semuanya ditutupi abu vulkanik. Semuanya berdebu. Beberapa masyakat menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung dari abu vulkanik.  Berjalan mengendarai sepeda motor tanpa pelindung mata membuat abu vulkanik gampang masuk ke dalam mata. Tadi siang saya jalan tanpa memakai pelindung mata. Mata terasa panas, terasa hingga ke atas kepala karena abu vulkanik. Teras kamar tempat saya menyewa kamar indekost juga dipenuh...

Hari yang konyol di kampus

Ilustrasi konyol Tadi siang sempat jalan ke kampus UKSW. Debu vulkanik kiriman dari erupsi Merapi DIY terasa sekali dalam perjalanan sampai ke kampus. Aroma sulfur juga sempat tercium. Sempat ketemu beberapa orang pakai masker.   Hari ini memang ada jadwal bertemu dengan dosen pembimbing. Kali ini saya akan konsultasi makalah saya yang sudah saya garap hampir seminggu. Makalah ini saya sadur langsung dari penelitian saya dan selanjutnya akan diseminarkan di Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY tanggal 27 November mendatang.  Sementara diskusi dengan dosen pembimbing di Ruang Skripsi, tiba-tiba ada seorang ibu datang menghampiri. Rupanya teman dari dosen saya itu. Sepertinya dia seorang guru karena dari pembicaraan mereka sempat terdengan kalimat mengenai pengajaran di sekolah. Orangnya baik, ramah menurutku. Bisa jadi guru teladan!. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan negara harus memperhatikan kesejahteraan para guru!. :) Kebetulan notebook sa...