Skip to main content

Ocehan Sayang

Suatu waktu di sebuah negeri yang aku huni. Jari-jariku menari di atas susunan keyboard komputerku dan menuliskan catatan ini. 
***
The lovers.
Courtesy of prosa Torajacybernews.com
Rasanya tak ada yang dapat menghalangiku untuk mengoceh panjang lebar dihadapanmu. Aku ingin menyatakan isi hatiku supaya kamu tahu semuanya. Aku mencintaimu dan demikian juga kamu mencintaiku. Setiap kali aku menatapmu, dada ini serasa mengombak… Aku seperti melihat bintang di sepasang bola mata indahmu. Tak ingin segera memalingkan padangan ketika mataku tertuju pada wajamu yang manis. Engkau laksana putri surga yang hadir dalam hidupku. Darahku mengalir kencang ketika engkau memberikanku senyumanmu yang termanis.

Kehadiranmu dalam hidupku sungguh memberi warna. Menjadikan lukisan-lukisan hariku semakin sempurna. Kanvas-kanvasku terlukis penuh dengan dengan indahnya pelangi. Hingga kanvas langit menjadi indah karena warnamu. Aku bahagia ada di sampingmu, aku juga bahagaia engkau ada di sampingku. Hari-hariku selalu indah karena kehadiranmu. Ingin rasanya melalui semua ini hanya berdua denganmu. Jika saja bumi terpaksa berhenti berputar dan mentari terpaksa berhenti bersinar, aku akan membawamu melesat ke galaksi lain agar tetap bisa menatap senyumanmu. Senyuman yang merona yang membawa kedamaian dalam jiwaku.

Sayang,,,Aku tersadar bahwa aku adalah manusia yang juga punya banyak kekurangan. Mungkin saja aku sering membuatmu kecewa, membuatmu menangis dan tak jarang aku membuatmu bersedih. Terlepas dari itu semua, aku ingin dengan lantang mengatakan bahwa kaulah bidadariku yang terindah. Aku ingin selalu membuatmu tersenyum. Aku tak ingin melihatmu bersedih… terlebih lagi jika meneteskan air mata. Aku ingin agar bintang yang ada dalam bola matamu selau bersinar. Itulah kebahagiaanku.

Sayang,, tahukah kamu jika kamu tak hadir di sampingku?. Aku merasakan detik demi detik itu berganti sangat lamban. Perputaran waktu menjadi terasa sangat membosankan. Jiwaku hampa. Tak banyak yang bisa aku katakan jika aku tak bersamamu. Aku tak ingin itu terjadi. Kehadiranmu disisiku adalah mutiara berharga bagiku. Saat engkau ada, pada saat itulah aku memiliki dunia. Aku mencintaimu sayang. Aku ingin mengatakan hal ini pada bintang-bintang di langit, aku ingin meneruskan pesan ini ke bulan hingga sampai ke matahari. Agar semua dunia tahu bahwa engkaulah jantungku.

Huaaaahhhh.. rasanya aku ingin berkata banyak lagi tentangmu…
 ***



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menyusuri jalan Trans Sulawesi dari Poso ke Palu

Perjalanan darat yang cukup lama saya lalui selama ini di pulau Sulawesi adalah jalur Makassar – Palopo atau sebaliknya yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam perjalanan. Waktu tersebut bisa menjadi sangat lama, atau bisa menjadi menyenangkan dengan sambil menikmati pemandangan selama perjalanan, tergantung bagaimana menikmati perjalanan tersebut.   Tanggal 26 Maret 2018 lalu saya berkesempatan menyusuri jalur darat yakni jalan Trans Sulawesi dari Kabupaten Poso ke Kota Palu. Kebetulan juga saya ada perjalanan dinas bersama beberapa rekan, dan atasan kami mengajak untuk melewati jalur darat. Saya menganggap jalur darat Poso-Palu ini cukup ringan, karena saya sejak kecil sudah terbiasa dengan jalur darat yang menantang, entah itu dari Palopo ke kampung saya, atau dari Palopo ke Toraja. Dalam benak saya, pengalaman jalur darat saya sudah banyak. Namun, dari informasi teman-teman di Poso jalur Trans Sulawesi dari Poso ke Palu rawan longsor, dan sering buka-tutup jalur...

Ma' tutu nene'

Budaya orang Indonesia menekankan kepada setiap generasi agar mengetahui garis keturunannya hingga beberapa generasi ke belakang. Orang-orang tua akan menurunkan silsilah keluarga itu kepada anak-anaknya secara lisan. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kekeluargaan masyarakat Indonesia sangat erat, dan menjadi ciri tersendiri dalam tatanan masyarakat global.  Warisan budaya lokal kita sebagai masyarakat Indonesia sangatlah kaya. Ditambah dengan kearifan lokal yang terbentuk dalam pergaulan masyarakat sehari-hari semakin membuat kita bangga sebagai masyarakat Indonesia.  Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Warisan budaya menjadi hal esensial untuk tetap kita jaga. Siapapun kita, baik birokrat ataupun sebagai penghulu adat.  Saya sendiri yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Toraja sangat ditekankan untuk mengerti akan nilai-nilai budaya Toraja. Itu bukan menjadi pelajaran formal di sek...

Pentas Seni dan Budaya Indonesia di UKSW

Senin 17 Mei 2011, acara Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) dibuka di Balairung Utama (BU) UKSW. PSBI akan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2011 dan diikuti oleh 19 etnis se-Indonesia yang ada di UKSW.  UKSW memang sangat identik dengan keberagaman latar belakang budaya mahasiswanya, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap tahun acara serupa dilaksanakan di UKSW yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Di acara ini mahasiswa UKSW berkesempatan untuk menunjukkan karakteristik etnisnya seperti makanan khas, pakaian daerah, ornament/atribut, tarian, lagu daerah hingga miniature rumah adat. Lompat batu Nias Sesaat setelah acara dibuka, pertunjukan pertama dari etnis Nias dengan tarian dan lompat batunya. semua penari adalah laki-laki. Tariannya seperti tari perang, para penari membawa parang yang panjang, tombak dan perisai. Salah satu dari penari mengambil peran seperi komando pasukan yang memberi semanga...