Skip to main content

Posts

Ke Gong perdamaian Nusantara di Palu

Di Palu ada sebuah bangunan mencolok dibangun di atas bukit, tepatnya di perbukitan Jabal Nur daerah Tondo, masih dekat dari Kota Palu. Itulah bangunan Tugu Perdamainan Sosarara-Nosabututu. Nosarara-Nosabututu merupakan Bahasa Kaili (Bahasa daerah asli Kota Palu) yang berarti bersaudara dan bersatu. Tugu yang didominasi warna putih ini terlihat mencolok dari jauh. Disamping bangunan tugu perdamainan, ada juga bangunan Gong Perdamainan Nusantara. total areal yang ditempati bagunan tugu dan gong yakni sekitar 800m persegi.   Jarak dari Kota palu ke bukit tempat gong tersebut sekitar 12 Km, jalurnya bisa dilalui semua kendaraan bermotor. Gong Perdamainan Nusantara di Palu ini didesain dengan pendekatan pariwisata. Di areal tersebut ada gazebo dan juga suguhan music bagi pengunjung. Untuk memasuki areal tugu dan gong, pengunjung dikutip sebesar Rp.8.000 per orang. Tak perlu khawatir bagi pemilik kendaraan Motor dan Mobil, karena telah disediakan ar...

Menyusuri jalan Trans Sulawesi dari Poso ke Palu

Perjalanan darat yang cukup lama saya lalui selama ini di pulau Sulawesi adalah jalur Makassar – Palopo atau sebaliknya yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam perjalanan. Waktu tersebut bisa menjadi sangat lama, atau bisa menjadi menyenangkan dengan sambil menikmati pemandangan selama perjalanan, tergantung bagaimana menikmati perjalanan tersebut.   Tanggal 26 Maret 2018 lalu saya berkesempatan menyusuri jalur darat yakni jalan Trans Sulawesi dari Kabupaten Poso ke Kota Palu. Kebetulan juga saya ada perjalanan dinas bersama beberapa rekan, dan atasan kami mengajak untuk melewati jalur darat. Saya menganggap jalur darat Poso-Palu ini cukup ringan, karena saya sejak kecil sudah terbiasa dengan jalur darat yang menantang, entah itu dari Palopo ke kampung saya, atau dari Palopo ke Toraja. Dalam benak saya, pengalaman jalur darat saya sudah banyak. Namun, dari informasi teman-teman di Poso jalur Trans Sulawesi dari Poso ke Palu rawan longsor, dan sering buka-tutup jalur...

Ambon Speedtest

Setelah sekian lama saya tidak terkoneksi dengan internet melui komputer, akhirnya saat ini bisa juga merasakannya. Berbekal sebuah modem SpeedUp dengan bundling Telkomsel, dunia maya bisa dirambah dari Kota Ambon.  Kenapa saya pilih modem karena di kota Ambon sangat susah memanfaatkan hot spot. Ruang publik yang didukung hot spot sangat jarang, hanya ada di beberapa kedai kopi. Seperti yang kadang saya memanfaatkannya di kedai kopi Shibu-Shibu. Tapi speednya sangat lamban, jangan harap bisa membuka email dengan leluasa, membuka satu buah tab di browser saja beratnya minta ampun. Download speed hanya berkisar di angka 20-30 kbps.  Kalau dengan modem SpeedUp, speed lumayan mendukung. Berikut screenshot saat saya melakukan speed test. Speed test dilakukan di kamar sekitar pukul 23.00 waktu Ambon. Download speed 0.07 Mb/s & Upload speed 0.28 Mb/s. Sangat menyakitkan kalau mau dibandingkan dengan speed yang tertera di pack modem. Up to 21 Mbps. Tapi kalau di Indonesia...

Ambon dan Pesona Pulau Osi

Kota Ambon adalah kota yang menyuguhkan begitu banyak pesona alam. Indahnya panorama alam tersebut mulai tersaji ketika seseroang terama kali memasuki Kota Ambon. Ada jalur laut serta udara yang biasa digunakan untuk memasuki kota Ambon. Saya kebetulan baru kali ini, baru pertama kali menginjakkan kaki di “negeri para Raja” ini. Seperti tulisan saya sebelumnya, keindahan alam pertama kali tersaji ketika pesawat yang ditumpangi bersiap-siap mendarat di Bandara Pattimura. Di luar sana akan terlihat birunya air laut serta rimbunnya pepohonan di daratan. Terlihat jika alamnya belum banyak dijamah manusia. Sungguh indah. Berbeda ketika saya pertama kali ke Kota Palangkaraya, ketika pesawat yang saya tumpangi sebentar lagi mendarat, di bawah sana terlihat titik-titik gundul bekas penebangan pepohonan. Sangat tidak menyejukkan hati. Kembali ke Ambon. Tepatnya pulau Ambon adalah salah satu pulau terpenting dalam jajaran kepulauan Provinsi Maluku. Ibu kota provinsi berada di pulau Ambon. B...

Salam dari Maluku

Ini adalah salam dari lubuk hati yang paling dalam, “Salam dari Ambon”. Setelah kurang lebih sebulan saya berada di Karawaci, Tangerang, kini sekarang saya berada di Kota Ambon, Maluku. Sebenarnya sudah lama, sejak tanggal 30 Maret 2013 yang lalu. Saya ditempatkan di kota ini karena pekerjaan. Ambon dan mendungnya Tak pernah terbayang sebelumnya. Ambon itu indah, sungguh. Memang Tuhan sungguh luar biasa menjadikan Ambon sebagai kota yang eksotis dengan panorama alamnya. Pertama kali keindahan itu terpampang ketika pesawat mulai memasuki Teluk Ambon. Hutan yang terlihat dari udara masih asri, pegunungan masih terlihat indah dengan pepohonannya serta laut yang membiru bersih. Sangat tenang rasanya melihat pemandangan seperti itu. Kota Ambon terbentuk seperti letter U, mengikuti alur Teluk Maluku. Pintu masuk lewat transportasi udara yakni Bandara Pattimura terletak jauh dari kota, berada pada ujung letter U sebelah Barat. Perjalanan darat dari Bandara ke Kota Ambon masih membutu...

Sesaat di Makassar

Hanya sesaat. Itulah yang saya rasakan ketika menulis catatan ini. Bagi saya, sebagai parameter untuk boleh dikatakan lama tinggal di suatu tempat apalagi Makassar adalah bertahun-tahun atau seterusnya menetap di situ. Tapi apa yang terjadi saat saya menginjakkan kaki di Kota Makassar beberapa waktu lalu. Hanya 6 hari saya tinggal di sana. Padahal, kepala saya sudah banyak berisi rencana-rencana ke depan di Kota Makassar.  Jl. Perintis Kemerdekaan ke arah kota. Saya ke Makassar pada tanggal 28 Februari 2013 lalu. Tinggal (numpang) bersama keluarga di Asrama Lompobattang (Zipur), Jl. Rajawali. Hari-hari yang saya lalui di sana sangat menyenangkan karena itulah yang saya pikirkan ketika tinggal di Surabaya, menetap di Makassar. Saya kembali ke Makassar setelah lebih dari setahun saya meninggalkannya. Bulan Januari tahun 2012 saya meninggalkan Kota Makassar dan merantau kembali ke Surabaya. Saat itu saya berfikir bahwa kemanapun saya mencari jalan dan kesempatan untuk men...

Kembali ke Makassar

Bukan main senang rasanya ketika saya dapat kabar bahwa HRD pusat telah mengirim email pemberitahuan mutasi ke HRD tempat saya melaksanakan On Job Training (OJT) di Surabaya. Pada mutasi kali ini saya akan pindah lokasi OJT dari Surabaya ke Makassar. Horeeeee...   Kalau dihitung-hitung lamanya saya tinggal di Kota Surabaya ini sudah lebih dari satu tahun. Lumayan menambah teman, kenalan dan jejaring. Tanggal 28 Februari 2013 nanti menjadi hari terakhir saya di Surabaya. Saya yakin masih ada kesempatan lain yang akan membawa saya ke kota ini. Selama masih ada kesempatan untuk terus mengeksplorasi sudut-sudut Indonesia.   Makassar menjadi kota yang punya magnet tersendiri bagi saya. Saya sudah rasakan tinggal di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Kesimpulan praktisnya, saya bosan!. Tidak merasa cocok, apalagi di Jakarta dengan pemandangan macetnya. Jakarta sialan. Semoga Jokowi bisa meruwatnya di sana.   Bagaimana dengan Makassar?. Macet juga, banjir...